Microsoft Perbaiki 165 Kerentanan dalam Patch Tuesday Terbaru

Microsoft baru saja merilis pembaruan keamanan Patch Tuesday bulan ini dengan memperbaiki sebanyak 165 kerentanan yang memengaruhi berbagai produk dan sistem dasar mereka. Di antaranya, terdapat satu kerentanan yang sedang aktif dieksploitasi, yaitu di Microsoft Office SharePoint.

Rilis Bulanan Terbesar Kedua dalam Sejarah Microsoft

Dustin Childs, Kepala Kesadaran Ancaman di Trend Micro’s Zero Day Initiative, menyebutkan bahwa pembaruan ini merupakan rilis bulanan terbesar kedua dalam sejarah Microsoft. "Berdasarkan hitungan saya, ini adalah rilis bulanan terbesar kedua dalam sejarah Microsoft," tulisnya dalam postingan blog pada Selasa (11/6).

Microsoft tidak menjelaskan alasan mengapa jumlah patch bulanan meningkat drastis bulan ini. Namun, Childs mencatat bahwa banyak program kerentanan mengalami lonjakan pengajuan yang ditemukan oleh alat kecerdasan buatan. "Untuk kami, tingkat pengajuan masuk hampir tiga kali lipat, sehingga proses triase menjadi sangat menantang," tambahnya.

Kerentanan Zero-Day Aktif Dieksploitasi

Salah satu kerentanan yang menjadi sorotan adalah CVE-2026-32201, dengan peringkat CVSS 6.5. Kerentanan ini memungkinkan penyerang untuk melihat informasi sensitif dan melakukan perubahan pada informasi yang telah diungkapkan. Microsoft menyatakan bahwa cacat validasi input yang tidak tepat pada Microsoft Office SharePoint memungkinkan penyerang yang tidak terautentikasi untuk melakukan spoofing melalui jaringan.

Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) segera menambahkan kerentanan zero-day ini ke dalam katalog kerentanan yang diketahui telah dieksploitasi setelah pengungkapan Microsoft.

Kerentanan Tinggi Lainnya yang Perlu Diwaspadai

Microsoft juga memperbaiki kerentanan tingkat tinggi lainnya, yaitu CVE-2026-33825, yang sudah diketahui publik saat dirilis. Vendor tersebut menyatakan bahwa cacat pada Microsoft Defender ini lebih mungkin dieksploitasi dan dapat memungkinkan penyerang yang tidak sah untuk meningkatkan hak istimewa secara lokal.

"Apa yang dimulai sebagai pijakan awal dapat dengan cepat berubah menjadi penguasaan penuh atas sistem," ujar Jack Bicer, Direktur Riset Kerentanan di Action1, dalam postingan blognya mengenai kerentanan tersebut.

"Setelah dieksploitasi, hal ini memungkinkan kendali penuh atas endpoint, memungkinkan pencurian data, menonaktifkan alat keamanan, dan pergerakan lateral di seluruh jaringan," tambahnya.

Bicer juga menyebutkan bahwa kode bukti konsep (PoC) untuk eksploitasi kerentanan ini sudah tersedia secara publik, yang meningkatkan kemungkinan eksploitasi di alam liar.

Dua Kerentanan Kritis dengan Risiko Rendah

Microsoft juga mengumumkan dua kerentanan kritis bulan ini, yaitu CVE-2026-33824 yang memengaruhi Windows IKE Extension dan CVE-2026-26149 yang memengaruhi Microsoft Power Apps. Namun, kedua kerentanan ini dinilai memiliki risiko eksploitasi yang rendah.

Lebih dari tiga perempat dari total kerentanan yang diumumkan bulan ini dinilai memiliki risiko eksploitasi rendah. Sementara itu, Microsoft menetapkan 19 kerentanan lainnya sebagai lebih mungkin dieksploitasi.

Seluruh daftar kerentanan yang diperbaiki bulan ini dapat diakses melalui Microsoft’s Security Response Center.

Sumber: CyberScoop