Sebuah kelompok peretas mengklaim telah mencuri data dari hampir 9.000 sekolah yang menggunakan platform Canvas milik Instructure, perusahaan pendidikan teknologi asal Amerika Serikat. Dalam serangan siber yang baru-baru ini terjadi, para peretas juga memblokir akses siswa dan guru ke sistem pembelajaran daring tersebut.
Menurut laporan yang beredar, kelompok tersebut memberikan ultimatum kepada Instructure untuk memulai proses negosiasi sebelum 12 Mei 2024. Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, para peretas mengancam akan terus memblokir akses dan bahkan mempublikasikan data yang dicuri.
Platform Canvas sendiri merupakan salah satu sistem manajemen pembelajaran (LMS) terbesar di dunia, banyak digunakan oleh sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan untuk mendukung proses belajar-mengajar daring. Instructure belum memberikan konfirmasi resmi mengenai klaim tersebut, tetapi insiden ini memicu kekhawatiran akan keamanan data pendidikan.
Serangan siber terhadap lembaga pendidikan semakin marak belakangan ini. Baru-baru ini, sejumlah sekolah di berbagai negara juga menjadi target serangan ransomware yang menyebabkan gangguan serius dalam proses pendidikan. Para ahli keamanan mendesak institusi pendidikan untuk meningkatkan sistem keamanan guna mencegah pencurian data dan serangan lebih lanjut.
Dampak yang Ditimbulkan:
- Ribuan siswa dan guru kehilangan akses ke platform Canvas.
- Ancaman pencurian data pribadi siswa dan staf pendidikan.
- Potensi gangguan besar dalam proses belajar-mengajar jika serangan berlanjut.
Instructure diharapkan segera merespons klaim ini dan mengambil langkah-langkah untuk mengamankan data serta memulihkan akses platform. Sementara itu, para pengguna Canvas disarankan untuk waspada terhadap kemungkinan pencurian data dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan.