Produser eksekutif Outlander, Matthew B. Roberts, akhirnya membuka tabir misteri di balik akhir seri musim kedelapan yang penuh teka-teki. Dalam wawancara dengan TheWrap, ia mengungkapkan bahwa akhir yang dipilih adalah yang telah ia bayangkan sejak lama, sementara beberapa akhir alternatif dibuat hanya sebagai langkah pengamanan.
"Ini adalah akhir yang selalu ada dalam benak saya," kata Roberts. "Akhir-akhir lain yang ditulis hanya untuk alasan keamanan, agar dapat dicetak dan disebarluaskan tanpa mengungkapkan akhir sebenarnya."
Roberts mulai merancang akhir seri ini sejak musim keenam. Awalnya, seri ini direncanakan berakhir di musim ketujuh, namun Starz memperpanjang kontrak. Ia pun mulai mempertimbangkan ide yang terkait dengan kemunculan hantu Jamie di episode pembuka musim pertama—di mana Jamie terlihat sebagai siluet di luar jendela Claire.
"Acara televisi ini harus menghormati momen itu, karena pemirsa yang tidak membaca buku perlu mengetahui penjelasannya," ujarnya. "Bagi pembaca buku, mereka memiliki Diana Gabaldon untuk menyelesaikan cerita melalui novel."
Penutupan Misteri Musim 8 dan Akhir yang Mengharukan
Musim kedelapan 'Outlander' berpusat pada misteri apakah Jamie (Sam Heughan) akan meninggal dalam pertempuran Kings Mountain. Di episode terakhir, Jamie berhasil selamat dari pertempuran, membuktikan bahwa ramalan Frank Randall keliru. Pertemuan kembali Jamie dan Claire (Caitriona Balfe) menjadi momen penuh sukacita.
Namun, kebahagiaan itu berubah pahit ketika Jamie ditembak oleh seorang perwira Inggris yang ditawan. Meskipun teman-teman Jamie segera membunuh perwira tersebut, luka Jamie terlalu parah. Ia meninggal di puncak gunung, sementara Claire yang berusaha menyelamatkannya hanya bisa memeluk tubuhnya. Dalam kesedihan, Claire menolak menerima kematian Jamie dan tetap berada di sisinya hingga malam tiba.
Ketika Claire akhirnya runtuh di atas tubuh Jamie, seolah-olah ia meninggal karena patah hati, adegan beralih ke kilas balik pembuka musim pertama. Kilas balik tersebut menunjukkan Jamie muda yang menatap Claire sebelum didekati oleh Randall. Jamie kemudian menuju batu-batu penjelajah waktu, meletakkan tangannya di atas salah satu batu saat bunga biru tumbuh di rerumputan.
Setelah itu, penonton disuguhi rangkuman singkat perjalanan cinta Jamie dan Claire selama bertahun-tahun. Akhirnya, kedua tokoh utama tersebut terlihat berbaring berdampingan, membuka mata mereka secara bersamaan.
Adegan Pascakredit dan Kemungkinan Spin-off
Roberts juga menjelaskan makna di balik adegan pascakredit yang menunjukkan Jamie dan Claire berbaring berdampingan. Ia menyebutnya sebagai simbolisasi cinta abadi mereka, meskipun dalam bentuk yang berbeda.
"Adegan itu menunjukkan bahwa cinta mereka tidak pernah benar-benar berakhir," jelasnya. "Mereka hanya berada di tempat yang berbeda, tetapi ikatan mereka tetap utuh."
Selain itu, produser tersebut tidak menutup kemungkinan adanya spin-off di masa depan. Ia menyebutkan bahwa banyak karakter pendukung yang memiliki cerita menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut, terutama Young Ian dan teman-temannya.
"Kami memiliki banyak karakter yang layak untuk mendapatkan cerita mereka sendiri. Spin-off bisa menjadi cara yang menarik untuk melanjutkan warisan 'Outlander'," kata Roberts.