Ketiga korban tewas dan tujuh penumpang lainnya terinfeksi hantavirus di kapal pesiar MV Hondius. Kapal tersebut kini terdampar di lepas pantai Tanjung Verde, Afrika, sejak akhir Maret 2024. Para penumpang tidak diperbolehkan turun, sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memimpin upaya penanganan darurat.
Hantavirus, yang ditularkan melalui hewan pengerat, tidak memiliki obat atau vaksin yang disetujui. Penyakit ini juga tidak umum dikaitkan dengan kapal pesiar, menjadikan wabah ini sebagai peristiwa yang sangat tidak biasa. Kapal MV Hondius berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April, melintasi Antartika dan Pulau St. Helena sebelum akhirnya terdampar.
Meskipun pemerintah Provinsi Tierra del Fuego, Argentina—tempat asal keberangkatan kapal—menegaskan tidak ada kasus hantavirus yang pernah tercatat di wilayah tersebut, WHO mencatat bahwa virus ini endemik di wilayah lain di Argentina dan Chili. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai asal-usul penularan di kapal.
Para ahli penyakit menular menyebut wabah ini sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konteks kapal pesiar. Kondisi karantina di kapal juga mempersulit upaya penyelidikan lebih lanjut. Saat ini, WHO dan otoritas setempat tengah melakukan investigasi untuk menentukan sumber penularan dan mencegah penyebaran lebih lanjut.
Mengapa Hantavirus Berbahaya?
Hantavirus adalah penyakit yang ditularkan melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Gejala awal meliputi demam, nyeri otot, dan kelelahan, yang kemudian dapat berkembang menjadi gagal paru-paru atau gagal ginjal. Tingkat kematian akibat hantavirus bisa mencapai 38%, tergantung pada jenis virusnya.
Karena tidak ada obat atau vaksin yang tersedia, pencegahan menjadi kunci utama. Langkah-langkah seperti menghindari kontak dengan tikus, membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi, dan menggunakan masker saat membersihkan sangat dianjurkan.
Apa yang Harus Dilakukan jika Terpapar?
Jika seseorang mengalami gejala setelah berinteraksi dengan hewan pengerat atau lingkungan yang berisiko, segera cari pertolongan medis. Diagnosis dini dan perawatan suportif dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Meskipun kasus ini terjadi di kapal pesiar, para ahli menekankan bahwa hantavirus juga dapat muncul di lingkungan perkotaan atau pedesaan jika populasi tikus tidak dikendalikan.
"Wabah ini menunjukkan bahwa ancaman penyakit zoonosis tidak terbatas pada satu wilayah atau jenis lingkungan. Kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama di tempat-tempat dengan mobilitas tinggi seperti kapal pesiar." — Pakar Penyakit Menular, WHO
Sementara itu, otoritas kesehatan global mendesak negara-negara untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyakit yang ditularkan melalui hewan, terutama di wilayah dengan risiko tinggi. Amerika Serikat, yang juga memiliki kasus hantavirus sporadis, diminta untuk memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat.