Hujan ekstrem picu ratusan longsor di Sancheong

Pada 19 Juli 2025, hujan deras dengan durasi panjang melanda Sancheong, Korea Selatan. Peristiwa ini memicu lebih dari 550 tanah longsor, menyebabkan sedikitnya 10 korban jiwa. Kerusakan juga terjadi pada rumah dan infrastruktur, dengan perkiraan biaya pemulihan mencapai US$800 juta.

Temuan studi terbaru

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Landslides oleh Nguyen et al. (2026) memetakan 568 longsor individu akibat hujan dengan intensitas 498–619 mm selama sekitar 55 jam. Penelitian ini menekankan bahwa kombinasi intensitas dan durasi hujan menjadi faktor utama penyebab longsor masif tersebut.

Analisis jenis longsor

Mayoritas longsor yang terjadi adalah jenis dangkal dan translasional pada lereng curam. Kondisi tanah yang rentan terhadap hujan ekstrem sering memicu longsor berkelompok yang akhirnya membentuk aliran debris terfokus. Studi ini juga menunjukkan bahwa perubahan iklim meningkatkan frekuensi kejadian serupa di masa depan.

Dampak dan kerugian

Bencana ini meninggalkan jejak kerusakan yang luas, termasuk hilangnya nyawa, rumah hancur, dan infrastruktur rusak. Biaya pemulihan diperkirakan mencapai US$800 juta, menunjukkan skala kerugian yang signifikan.

Perbandingan citra satelit sebelum dan sesudah longsor

Citra satelit dari Planet Labs menunjukkan perubahan signifikan di wilayah terdampak. Gambar sebelum longsor (10 Juli 2025) dibandingkan dengan kondisi setelahnya (23 Juli 2025) untuk mengidentifikasi area yang terkena dampak paling parah.

"Studi seperti ini sangat penting untuk memahami pola longsor akibat perubahan iklim dan meningkatkan kesiapsiagaan di masa depan."

Referensi dan sumber data

Hak cipta © 2026. Para penulis. Lisensi CC BY-NC-ND 3.0. Kecuali dinyatakan lain, gambar tunduk pada hak cipta dan tidak boleh digunakan tanpa izin eksplisit.