CEO JPMorgan: Investasi AI Triliunan Dolar Layak Dibelanjakan

CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, secara tegas mendukung gelombang belanja modal senilai lebih dari US$1 triliun untuk pengembangan AI pada tahun depan. Pernyataan ini disampaikan di New York pada Selasa (10/9), saat ia berdiri di samping CEO Anthropic, Dario Amodei, dalam acara peluncuran kemitraan dan agen AI yang dirancang khusus untuk layanan keuangan.

Dukungan terhadap investasi besar-besaran

Pernyataan Dimon muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran investor mengenai apakah pendapatan dari AI dapat sebanding dengan besarnya pengeluaran yang dikeluarkan. Sebagai kepala bank terbesar di dunia, ia meyakinkan pasar bahwa teknologi AI begitu kuat sehingga layak untuk diinvestasikan dalam jumlah besar.

Laporan pendapatan terbaru dari perusahaan teknologi besar pekan lalu menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur AI tidak hanya mendukung pasar saham, tetapi juga pertumbuhan ekonomi AS secara keseluruhan.

Pertemuan darurat pemerintah mengenai AI

Dalam acara yang sama, Dimon dan Amodei juga membahas Mythos, model AI terbaru Anthropic yang memiliki kemampuan siber canggih. Model ini menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengadakan pertemuan darurat dengan para CEO bank besar bulan lalu.

Meskipun diundang, Dimon tidak dapat hadir dalam pertemuan tersebut. Namun, ia mengungkapkan bahwa para bank telah berkumpul untuk "menangani masalah-masalah mendesak" dan menekankan bahwa perlindungan harus diberikan kepada semua bank, tidak hanya bank terbesar.

"Pemerintah tidak dapat menangani semuanya," kata Dimon.

Sementara itu, Amodei membantah anggapan bahwa peluncuran terbatas Mythos disebabkan oleh keterbatasan komputasi. Ia menyebut anggapan tersebut sebagai "kesalahpahaman".

Masa depan investasi AI

Dukungan tegas dari Dimon terhadap investasi AI senilai triliunan dolar ini memberikan sinyal kuat bagi pasar dan investor. Meskipun biaya yang dikeluarkan sangat besar, ia yakin bahwa teknologi AI akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan inovasi di masa depan.

Sumber: Axios