Tidur terasa seperti barang mewah di rumah saya. Istri saya sering mengalami insomnia, sementara di seberang kamar, anak kami yang berusia satu setengah tahun—ya, masih sering terbangun di malam hari. Ditambah lagi, sehari di tempat penitipan anak yang membuat sakit, dan saya sendiri cenderung begadang karena menunda pekerjaan. Singkatnya, kami semua butuh tidur lebih berkualitas.
Manfaat tidur malam yang cukup sudah terbukti secara ilmiah, namun kenyataannya sulit didapat. Kurang tidur tak hanya menyebabkan kelelahan, tetapi juga burnout pada orang tua dan karyawan. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) bahkan menyatakan kurang tidur sebagai epidemi kesehatan masyarakat. Saat ini, sepertiga orang dewasa dan anak-anak di AS tidak mendapatkan tidur yang cukup.
Menanggapi masalah ini, semakin banyak orang Amerika yang berlibur dengan satu tujuan utama: tidur nyenyak. Laporan tren perjalanan terbaru menunjukkan bahwa aktivitas utama wisatawan AS kini adalah tidur, mengalahkan belanja, kehidupan malam, ataupun wisata alam. Industri pariwisata pun merespons dengan menawarkan paket istirahat mewah yang dirancang bersama para ilmuwan tidur.
Industri wisata tidur global kini bernilai sekitar $600 miliar. Dr. Matthew Walker, pakar tidur terkemuka dan Direktur Laboratorium Inovasi Tidur di UT Dallas Center for BrainHealth, bermitra dengan jaringan hotel Equinox untuk menciptakan Sleep Lab—kamar senilai hampir $2.000 per malam yang sepenuhnya dioptimalkan untuk membantu tamu tidur lebih nyenyak.
“Ini seperti sebuah pertunjukan sensorik dan termal yang dirancang berdasarkan kebutuhan biologis tubuh,” ujar Walker. Saat ini, hampir semua aspek kesehatan telah diukur dan dioptimalkan, mulai dari langkah kaki hingga detak jantung. Data ini pun digunakan untuk mengoptimalkan bahkan momen-momen yang seharusnya santai, termasuk tidur.
Lantas, apakah liburan tidur benar-benar bisa membantu kita tidur lebih baik secara rutin? Untuk menjawabnya, saya mencoba menghabiskan satu malam di Sleep Lab Equinox Hotel dengan membawa masker tidur dan buku catatan. Berikut rangkuman percakapan saya dengan Noel King, co-host podcast Today, Explained, mengenai pengalaman tersebut.
Paket Wisata Tidur Mewah yang Ditawarkan Hotel
- Kamar Thermal dan Sensorik: Suhu, pencahayaan, dan suara diatur untuk menciptakan lingkungan ideal bagi tidur.
- Konsultasi dengan Ahli Tidur: Tamu mendapatkan panduan dari ilmuwan tidur untuk mengoptimalkan rutinitas tidur mereka.
- Teknologi Pelacak: Perangkat wearable digunakan untuk memantau kualitas tidur dan memberikan rekomendasi perbaikan.
- Pijat dan Relaksasi: Layanan spa dan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga disertakan untuk membantu tidur lebih cepat.
- Makanan dan Minuman yang Mendukung Tidur: Menu khusus dengan bahan-bahan yang diketahui meningkatkan kualitas tidur, seperti magnesium dan melatonin.
Dengan semakin tingginya permintaan akan tidur berkualitas, industri wisata tidur diperkirakan akan terus berkembang. Bagi mereka yang merasa sulit tidur di rumah, liburan tidur di hotel mewah mungkin menjadi solusi yang layak dicoba.