Detroit, Michigan — Jadwal pertandingan NFL di Hari Thanksgiving tahun ini kembali menuai kritik keras dari para penggemar. Meskipun liga telah merilis jadwal resmi, banyak yang menganggap penjadwalan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap semangat hari libur nasional.

Pertandingan dimulai pukul 12.30 Waktu Timur dengan laga Bears vs. Lions, disusul pukul 16.30 dengan Eagles vs. Cowboys, dan ditutup pukul 20.30 dengan Bills vs. Chiefs. Namun, di balik kesan rutin, terdapat masalah mendasar: dua pertandingan di antaranya melibatkan tim-tim dalam satu divisi.

Kebijakan ini bukan hanya merugikan keseimbangan kompetitif karena jeda istirahat yang singkat, tetapi juga merusak pengalaman menonton bagi penggemar. Thanksgiving seharusnya menjadi hari untuk berkumpul dengan keluarga dan menikmati hidangan spesial, bukan untuk fokus pada pertandingan krusial yang berpotensi menentukan nasib tim di playoff.

Bagi penggemar Lions, situasi ini semakin memprihatinkan. Tahun ini menandai tahun keempat berturut-turut mereka menjamu lawan satu divisi pada hari libur nasional. Pada 2025, mereka melawan Packers; 2024 melawan Bears; dan 2023 kembali melawan Packers. Bagi para pendukung setia, hari Thanksgiving kini identik dengan pertandingan panjang yang sulit diabaikan.

NFL sendiri memasarkan pertandingan ini sebagai ‘pertandingan utama’ untuk memaksimalkan pendapatan iklan. Meskipun strategi ini menguntungkan secara finansial, dampaknya bagi penggemar sangat nyata. Pada hari besar seperti ini, kualitas tayangan televisi seringkali tidak optimal karena banyak penonton yang berkumpul di rumah keluarga dengan fasilitas terbatas. Selain itu, berbagai gangguan seperti aktivitas memasak dan interaksi sosial membuat konsentrasi menonton menjadi terbagi.

Pada intinya, Thanksgiving adalah hari untuk bersyukur, makan bersama, dan mempererat tali kekeluargaan. Meskipun sepakbola bisa menjadi hiburan tambahan, NFL seharusnya tidak memaksakan pertandingan kompetitif yang menuntut perhatian penuh. Jadwal saat ini justru menunjukkan ketidakselarasan antara keinginan penggemar dan kebijakan liga.

Sumber: SB Nation