Pengadilan tinggi di Amerika Selatan telah mengesahkan kebijakan pemerintah Kolombia dalam menerbitkan lisensi wajib untuk sebuah obat HIV dua tahun lalu. Putusan ini sekaligus menegaskan landasan hukum bagi penggunaan instrumen tersebut di masa mendatang.

Mahkamah Keadilan Komunitas Andean (Tribunal de Justicia de la Comunidad Andina) — lembaga yang menangani sengketa perdagangan, hak kekayaan intelektual, dan ketenagakerjaan bagi Bolivia, Kolombia, Ekuador, dan Peru — juga menegaskan bahwa pemerintah Kolombia telah memberikan justifikasi yang layak atas penerbitan lisensi wajib tersebut. Selain itu, pengadilan menetapkan batas waktu yang tepat untuk masa berlaku lisensi tersebut.

"Pengadilan menyimpulkan bahwa Kolombia tidak melanggar peraturan Andean, karena langkah ini sah ketika didasari oleh kepentingan publik," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Kolombia.

Lebih lanjut, pemerintah Kolombia dinyatakan telah memenuhi kewajiban untuk menetapkan durasi lisensi wajib bagi obat HIV yang diproduksi oleh ViiV Healthcare.

Sumber: STAT News