Investasi dalam film sering kali dianggap sebagai langkah berisiko. Banyak orang bertanya kepada saya apakah mereka sebaiknya menanamkan modal dalam sebuah proyek film. Jawaban saya selalu sama: hanya investasikan dalam film yang benar-benar Anda yakini. Pahamilah bahwa meskipun Anda berinvestasi, film tersebut mungkin tidak akan pernah diproduksi—sebagian besar proyek film tidak pernah sampai ke tahap tersebut. Dan yang terpenting, hanya berinvestasilah jika Anda siap kehilangan seluruh modal Anda, karena bahkan film yang berhasil diproduksi pun sering kali mengalami kerugian.
Pendapat ini saya sampaikan karena kali ini saya akan membahas Legion M, sebuah perusahaan produksi dan distribusi film yang membangun bisnisnya berdasarkan gagasan bahwa investasi dari penggemar dapat menjadi modal awal yang kuat sekaligus mendorong antusiasme penonton di bioskop. Legion M bukanlah perusahaan yang hanya berumur pendek. Mereka telah memproduksi sejumlah film, termasuk My Dead Friend Zoe dan The Man in the White Van.
Jeff Annison, pendiri Legion M, mengakui bahwa investasi dalam film memang berisiko. Ia pun mengungkapkan bahwa dirinya sendiri telah menanamkan modal pribadi dalam jumlah besar untuk perusahaan ini. Meskipun demikian, Legion M telah mencatat sejumlah kesuksesan, salah satunya adalah film Mandy yang dibintangi Nicolas Cage—salah satu film favorit saya pada tahun 2010-an.
Dalam diskusi kami, Jeff menjelaskan bagaimana perubahan undang-undang investasi pada tahun 2016 mendorong pergeseran model pendanaan film independen. Jika sebelumnya banyak yang mengandalkan model crowdfunding, kini individu dapat memiliki saham dalam film yang mereka dukung. Kami juga membahas Legion M Film Fund, sebuah divisi yang berfokus pada distribusi dengan menyediakan dana terakhir yang akan dikeluarkan untuk film-film yang mencari rilis domestik. Selain itu, kami membahas upaya perusahaan untuk membangun basis penggemar yang konsisten melalui investor ritel.