Pittsburgh Steelers mengalami momen paling memilukan dalam sejarah NFL Draft 2026. Pada Kamis malam, tim ini menjadi korban ulah rival sekotanya, Philadelphia Eagles, yang secara tak terduga merusak rencana draft mereka.
Saat itu, GM Omar Khan tengah menelepon calon wide receiver USC, Makai Lemon, untuk memberitahukan bahwa ia akan dipilih pada urutan ke-21 dan bergabung dengan Steelers. Namun, suasana hati berubah drastis ketika Lemon balik bertanya, "Mengapa ada telepon dari Philadelphia?"
Inilah momen ketika Makai Lemon menyangka dirinya akan direkrut Steelers, tetapi menyadari dalam waktu nyata bahwa Eagles telah melakukan perdagangan mendadak. Ia bertanya kepada Omar Khan, "Mengapa ada telepon dari Philadelphia?" — Ross McCorkle
Steelers terburu-buru melakukan panggilan tersebut. Mereka menghubungi Lemon saat Cowboys tengah mempertimbangkan pilihan, dengan asumsi bahwa Dallas tidak akan memilih wide receiver. Mereka juga kemungkinan mengabaikan kemungkinan perdagangan antar-divisi dengan Eagles, yang pada saat itu menjadi kandidat utama untuk merekrut pemain posisi tersebut.
Akibatnya, terjadi kekacauan. Pittsburgh akhirnya memilih offensive tackle Max Iheanachor, meskipun pilihan ini dianggap terlalu dini berdasarkan peringkat konsensus. Sementara itu, Lemon yang seharusnya menjadi pilihan cemerlang justru direbut Eagles. Belum jelas apakah Iheanachor dapat langsung meningkatkan performa Steelers, karena ia lebih terlihat sebagai pemain cadangan Broderick Jones daripada solusi utama.
Sementara itu, Eagles justru terbantu oleh rival sekotanya. Philadelphia sebelumnya terancam harus memilih pemain dengan posisi yang tidak sesuai atau bahkan mempertimbangkan untuk melepas AJ Brown demi melengkapi serangan mereka. Kini, dengan kedatangan DeVonta Smith dan Makai Lemon—keduanya diperoleh melalui perdagangan dengan Cowboys—Eagles memiliki lineup yang solid.
Waktu akan menjawab bagaimana semua ini berakhir. Mungkin Iheanachor akan menjadi bintang, Lemon gagal, dan semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Atau, momen ini justru akan menjadi trauma abadi bagi Steelers.