Menggali Dua Peran: Host dan Guest di Decoder

Podcast Decoder, yang dipandu oleh Nilay Patel, kembali hadir dengan episode khusus yang membahas berbagai ide besar dan permasalahan teknologi. Kali ini, Nick Statt, produser senior, bergabung sebagai co-host untuk sesi tanya jawab yang tidak biasa. "Saya benci menjadi guest," kata Nilay dengan nada bercanda. Pernyataan ini mencerminkan perasaan ambigu yang sering ia rasakan terhadap peran gandanya di podcastnya sendiri.

Menurut Nilay, menjadi host memberi kendali penuh. "Kamu hanya perlu memastikan tamu tetap menarik selama satu jam," ujarnya. Sementara itu, sebagai guest, ia harus terus menarik perhatian tanpa kendali atas arah pembicaraan. "Itu adalah level kesuksesan yang sulit dicapai—orang datang karena mereka yakin kamu akan menarik," tambahnya.

Episode Kontroversial dengan CEO Superhuman

Beberapa bulan lalu, Decoder meluncurkan episode mailbag yang rencananya hanya akan dilakukan setahun sekali. Namun, karena banyaknya umpan balik positif dari pendengar, podcast ini memutuskan untuk menjadikannya acara rutin bulanan. Episode terbaru pun dimulai dengan pertanyaan langsung untuk Nilay: bagaimana tanggapannya terhadap reaksi episode dengan CEO Superhuman, Shishir Mehrotra?

Episode tersebut membahas kontroversi review ahli Grammarly yang melibatkan Superhuman. Reaksi pendengar sangat beragam. Beberapa mengatakan, "Pertanyaan Nilay membuat saya gugup," sementara yang lain berharap agar CEO teknologi lebih sering merasa tidak nyaman saat diwawancarai. Seorang pelanggan The Verge bahkan menulis, "Episode ini sangat tidak nyaman untuk didengar, tapi inilah alasan saya berlangganan kurang dari seminggu lalu."

Tanggapan Nilay terhadap Kontroversi

Shishir Mehrotra awalnya dijadwalkan untuk wawancara jauh sebelum kontroversi muncul. "Saya sangat antusias untuk berbincang dengannya," kata Nilay. Mehrotra memiliki pengalaman sebagai mantan CTO dan CPO YouTube serta anggota dewan Spotify. Meskipun reaksi terhadap episode tersebut bervariasi, Nilay mengaku sedikit terkejut dengan beberapa tanggapan yang diterima.

Episode mailbag ini membuktikan bahwa Decoder tidak hanya menjadi platform untuk mendiskusikan teknologi, tetapi juga ruang untuk refleksi dan dialog terbuka dengan pendengar. Dengan format yang kini lebih sering, podcast ini terus berupaya menjawab pertanyaan, kritik, dan saran dari komunitasnya.

Sumber: The Verge