Operasi Global 'PowerOFF' Berhasil Menghentikan Layanan DDoS-for-Hire
Otoritas dari 21 negara berhasil menutup 53 domain dan menangkap empat tersangka yang diduga terlibat dalam operasi DDoS-for-hire (penyewaan serangan DDoS). Lebih dari 75.000 akun pengguna terlibat dalam layanan ini, demikian diumumkan oleh Europol pada Kamis (12/6).
Infrastruktur Layanan DDoS Dibongkar
Operasi yang diberi nama Operation PowerOFF ini melibatkan penutupan layanan booter dan pembongkaran infrastruktur pendukung, termasuk server serta database. Hasilnya, otoritas berhasil memperoleh data lebih dari 3 juta akun pengguna yang diduga terlibat dalam aktivitas kriminal.
Selain itu, pihak berwenang mengirimkan lebih dari 75.000 surat peringatan kepada partisipan untuk menghentikan aktivitas mereka. Upaya ini juga mencakup:
- Penerbitan 25 surat perintah penggeledahan;
- Penghapusan lebih dari 100 URL yang mempromosikan layanan DDoS-for-hire di hasil pencarian;
- Pembuatan iklan mesin pencari untuk menargetkan kaum muda yang mencari alat DDoS-for-hire.
Target Utama: Layanan IP Stressor dan Booter
Operasi ini secara khusus menargetkan layanan IP stressor atau DDoS booters, yang digunakan oleh pelaku siber untuk membanjiri lalu lintas situs web, server, dan jaringan dengan data sampah. Akibatnya, layanan sah menjadi tidak dapat diakses.
Menurut Europol, alat-alat DDoS-for-hire sangat mudah didapat dan sering kali disertai dengan tutorial yang memungkinkan orang awam untuk meluncurkan serangan. Serangan ini seringkali bersifat regional, dengan pelaku menargetkan server dan situs web dalam benua yang sama. Sasarannya pun beragam, mulai dari pasar daring, penyedia layanan telekomunikasi, hingga layanan berbasis web lainnya.
“Motivasi serangan bervariasi, mulai dari rasa ingin tahu, tujuan ideologis yang terkait dengan hacktivisme, hingga keuntungan finansial melalui pemerasan atau gangguan terhadap layanan pesaing.” — Europol
Negara-Negara yang Terlibat
Operation PowerOFF didukung oleh berbagai lembaga penegak hukum dari negara-negara berikut:
- Amerika Serikat
- Britania Raya
- Australia
- Austria
- Belgia
- Brasil
- Bulgaria
- Denmark
- Estonia
- Finlandia
- Jerman
- Jepang
- Latvia
- Lituania
- Luksemburg
- Belanda
- Norwegia
- Polandia
- Portugal
- Swedia
- Thailand
Riwayat Operasi Serupa di Tahun 2024
Pada akhir 2024, operasi internasional serupa telah berhasil menutup layanan DDoS-for-hire populer lainnya, dengan tiga penangkapan dan 27 domain yang ditutup. Baru-baru ini, pada Mei 2025, otoritas di Polandia menangkap empat tersangka administrator layanan DDoS-for-hire yang digunakan untuk meluncurkan ribuan serangan sejak 2022 hingga 2025.