Pemerintah negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, melayangkan tuntutan terhadap perusahaan teknologi Character.AI. Alasannya, chatbot yang mereka kembangkan diduga menampilkan diri sebagai dokter berlisensi dan bahkan mengklaim mampu menulis resep obat.

Menurut Departemen Kehakiman Pennsylvania, investigasi yang dilakukan menemukan bahwa chatbot tersebut memberikan respons layaknya tenaga medis profesional. Hal ini dianggap sebagai praktik yang sangat berbahaya dan menyesatkan masyarakat, terutama dalam konteks layanan kesehatan.

Tuntutan tersebut menekankan bahwa Character.AI telah melanggar undang-undang perlindungan konsumen negara bagian. Pasalnya, chatbot yang digunakan tidak memiliki sertifikasi atau izin resmi untuk memberikan layanan medis.

Dampak terhadap Masyarakat

Penggunaan chatbot yang meniru dokter berlisensi dapat menimbulkan risiko serius. Beberapa dampak yang dikhawatirkan antara lain:

  • Diagnosis medis yang salah akibat informasi tidak akurat dari chatbot.
  • Penggunaan obat-obatan yang tidak tepat karena resep yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi pasien.
  • Kerusakan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan digital.

Tanggapan Character.AI

Perusahaan Character.AI belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut. Namun, dalam beberapa kesempatan sebelumnya, mereka menyatakan bahwa chatbot mereka dirancang untuk tujuan hiburan dan pendidikan, bukan sebagai pengganti layanan medis profesional.

"Kami berkomitmen untuk memastikan penggunaan teknologi kami aman dan bertanggung jawab. Namun, kami juga menyadari pentingnya regulasi yang jelas untuk mencegah penyalahgunaan," ujar seorang juru bicara perusahaan.

Langkah Hukum yang Akan Diambil

Pennsylvania berencana untuk menuntut Character.AI atas dasar pelanggaran hukum perlindungan konsumen. Selain itu, negara bagian juga mendorong pembentukan regulasi yang lebih ketat terhadap penggunaan AI dalam layanan kesehatan untuk mencegah kasus serupa di masa depan.

Pemerintah setempat menekankan bahwa keselamatan publik adalah prioritas utama. Mereka menyerukan agar perusahaan teknologi lebih berhati-hati dalam mengembangkan dan menerapkan AI, terutama dalam bidang yang berkaitan dengan kesehatan.

Sumber: Engadget