Perusahaan AI Akhirnya Hapus Data Foto OkCupid
Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Clarifai akhirnya menghapus 3 juta foto profil dari situs kencan OkCupid yang digunakan untuk melatih sistem pengenalan wajah pada tahun 2014. Tindakan ini dilakukan setelah Badan Perlindungan Konsumen AS (FTC) menjatuhkan denda kepada Match Group, pemilik OkCupid, karena melanggar kebijakan privasi.
Proses Penghapusan Data
Clarifai mengonfirmasi kepada anggota Kongres AS, Lori Trahan (D-MA), bahwa mereka telah menghapus semua data foto tersebut pada 7 April 2023. Perusahaan juga menyatakan tidak membagikan data tersebut kepada pihak ketiga. FTC membuka investigasi pada 2019 setelah The New York Times melaporkan penggunaan foto-foto OkCupid tanpa izin.
Pelanggaran Kebijakan Privasi
Menurut dokumen pengadilan yang diakses Reuters, Clarifai meminta foto-foto tersebut dari eksekutif OkCupid pada 2014. OkCupid diketahui menyetujui permintaan tersebut, meskipun bertentangan dengan kebijakan privasi situs. Data tersebut kemudian digunakan untuk melatih layanan pengenalan wajah yang dapat mengidentifikasi usia, jenis kelamin, dan ras seseorang.
"Kami sedang mengumpulkan data sekarang dan baru sadar bahwa OkCupid pasti memiliki data hebat yang luar biasa untuk ini." — Matthew Zeiler, pendiri Clarifai, dalam email kepada salah satu pendiri OkCupid, Maxwell Krohn.
Reaksi dan Konsekuensi
Zeiler sebelumnya sempat menyatakan bahwa masyarakat harus menerima penggunaan data oleh perusahaan teknologi. "Masyarakat harus memiliki tingkat kepercayaan tertentu terhadap perusahaan teknologi seperti Clarifai untuk menggunakan teknologi canggih dengan baik," ujarnya.
Sebagai bagian dari penyelesaian, FTC melarang OkCupid untuk mengabaikan representasi data dan kontrol privasi. Namun, TechCrunch menyoroti bahwa larangan ini sebenarnya sudah diatur dalam peraturan FTC, sehingga dianggap tidak efektif.
Latar Belakang Hukum
OkCupid dan Clarifai memiliki hubungan bisnis sejak pendiri OkCupid menjadi investor Clarifai. Meskipun demikian, penggunaan data tanpa izin tetap melanggar kebijakan privasi dan hukum yang berlaku.
Imbas bagi Industri AI
Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi dalam pengembangan teknologi AI. Banyak perusahaan AI yang memanfaatkan data publik untuk melatih model, namun seringkali tanpa persetujuan eksplisit dari pemilik data.