Kantor pusat Nintendo di Kyoto, Jepang, menerima ancaman bom pada pertengahan Mei 2026. Polisi Prefektur Kyoto akhirnya menangkap pelaku, seorang pria berusia 27 tahun yang mengaku melakukan tindakan tersebut.

Menurut keterangan Kyoto Prefectural Police Minami Station, pelaku yang sebelumnya tinggal di Ishibashimachi, Kota Hekinan, Prefektur Aichi, diketahui mengirim surat ancaman ke kantor Nintendo di wilayah Minami, Kyoto. Dalam surat itu, ia mengklaim telah menanam banyak bom di gedung tersebut.

Setelah menerima surat ancaman, Nintendo segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang. Polisi kemudian melakukan pencarian menyeluruh di sekitar area kantor, namun tidak ditemukan benda mencurigakan atau korban luka. Meskipun pelaku telah ditangkap, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap motifnya.

Sejarah Ancaman terhadap Nintendo

Ancaman bom ini bukanlah insiden pertama yang menimpa Nintendo. Pada akhir 2023, perusahaan menerima 39 pesan ancaman melalui formulir kontak situs resminya. Akibatnya, acara Nintendo Live 2024 Tokyo dibatalkan, serta turnamen Splatoon 3 dan Mario Kart 8 Deluxe ditunda.

Pelaku dalam kasus ancaman sebelumnya adalah seorang pegawai negeri dari Prefektur Ibaraki, yang ditangkap polisi pada awal April 2024.

Sumber: Siliconera