Perusahaan jasa produksi Quixote Studios mengumumkan penutupan operasional di Atlanta dan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 70 karyawan. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari reorganisasi akibat penurunan aktivitas produksi yang sedang berlangsung, sebagaimana diumumkan pada Selasa (11/6).
Perusahaan induk, Hudson Pacific Properties, akan memindahkan peralatan produksi dari Atlanta ke Los Angeles dan New York. Layanan sewa peralatan seperti armada, pencahayaan, grip, perlengkapan produksi, dan komunikasi akan tetap beroperasi di kedua kota tersebut.
Hudson Pacific Properties menyatakan bahwa proses pemindahan akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa kuartal mendatang untuk meminimalkan gangguan bagi klien Quixote. Langkah ini diperkirakan dapat menghasilkan penghematan biaya tahunan sebesar $21-$27 juta.
Selain itu, Quixote Studios juga akan meninggalkan sebagian besar studio suara yang disewa di Los Angeles.
Dukungan untuk Klien Tetap Berjalan
Sean Griffin, Wakil Presiden Senior Penjualan Quixote, menyatakan bahwa layanan sewa peralatan dan perlengkapan produksi tetap beroperasi penuh dan siap memenuhi kebutuhan produksi. Ia menambahkan, "Bagi klien yang menggunakan studio suara dan operasional Atlanta, kami menerapkan pendekatan bertahap dan kolaboratif untuk meminimalkan gangguan, sembari tetap memberikan layanan berkualitas tinggi selama masa transisi ini."
Alasan Strategis di Balik Keputusan
Mark Lammas, Presiden Hudson Pacific, menjelaskan, "Kami telah bekerja sama dengan pimpinan Quixote untuk menyederhanakan bisnis ini guna meningkatkan disiplin modal dan kualitas portofolio. Quixote mengambil langkah untuk beralih dari studio suara sewaan dan pasar dengan keunggulan biaya atau permintaan struktural yang lemah. Hal ini memungkinkan Hudson Pacific untuk mengalokasikan sumber daya keuangan dan operasional pada portofolio kantor serta segmen studio yang lebih menguntungkan."
Dampak Finansial bagi Hudson Pacific
Hudson Pacific Properties telah mencatatkan kerugian atas seluruh investasi Quixote sejak akuisisi senilai $360 juta pada 2022. Perusahaan mengakui adanya kerugian operasional yang signifikan dalam laporan keuangannya.