DOHA, QATAR — Pada 1 Desember 2022, Achraf Hakimi tampil mencolok sebelum pertandingan Piala Dunia Qatar 2022 melawan Kanada. Pemain sayap kanan Maroko ini tidak hanya dikenal karena kecepatan dan keterampilan bertahannya, tetapi juga sebagai pemimpin di lapangan. Hakimi kini dianggap sebagai salah satu bek kanan terbaik dunia, mampu berperan ganda baik dalam serangan maupun pertahanan.
Hakimi merupakan bagian dari generasi emas Maroko yang tengah bersinar. Timnas Maroko tidak hanya memiliki pemain berkualitas, tetapi juga taktik yang fleksibel. Mereka cenderung bermain dengan pendekatan metodis dan sabar melawan sebagian besar lawan. Namun, ketika menghadapi tim kuat, Maroko mampu menerapkan blok rendah untuk menjaga pertahanan tetap solid. Mereka juga mengandalkan transisi cepat untuk menyerang balik dengan efektif.
Hakimi: Pembeda dalam Setiap Laga
Sebagai bek kanan, Hakimi memiliki kemampuan passing dan kreasi yang luar biasa. Kecepatannya yang mencolok memungkinkannya untuk kembali ke posisi bertahan dengan cepat, bahkan saat ia berada dalam posisi menyerang. Ia mampu menciptakan peluang dengan cara yang sulit dilacak oleh lawan. Data dari Soccerment menunjukkan bahwa pada musim lalu, Hakimi memimpin Eropa dalam jumlah one-twos yang dibuka per 90 menit. Ia mampu memulai serangan dari lini belakang dengan sangat efektif.
Satu momen menonjol terjadi saat ia menerima bola dari rekan setim atau kiper, lalu dalam hitungan detik, ia sudah berada di belakang lini pertahanan lawan, menciptakan peluang berbahaya. Kemampuan ini membuatnya menjadi ancaman nyata bagi setiap tim yang menghadapinya.
Maroko: Tim yang Tak Boleh Diremehkan
Maroko pernah mencatatkan sejarah besar pada Piala Dunia 2022 dengan menyingkirkan Spanyol di babak 16 besar. Mereka menerapkan formasi 4-1-4-1 dengan blok rendah, memaksa Spanyol menguasai bola lebih dari 70% tanpa benar-benar mengancam gawang Maroko. Spanyol terlihat lamban dan kehilangan ide, sementara Maroko hanya membiarkan satu tembakan tepat sasaran selama 90 menit sebelum akhirnya menang melalui adu penalti.
Kunci kesuksesan Maroko terletak pada kerja keras para pemain tengah seperti Sofyan Amrabat, serta tekanan yang diberikan oleh Azzedine Ounah dan Hakim Ziyech. Hakimi sendiri berperan penting dalam pertahanan satu lawan satu serta memberikan dukungan dalam transisi serangan. Empat tahun kemudian, prinsip-prinsip tersebut tetap dipertahankan, menjadikan Maroko sebagai salah satu tim yang patut diwaspadai di Piala Dunia mendatang.
Prestasi Terbaru dan Persiapan Piala Dunia 2026
Maroko baru saja meraih gelar juara Piala Afrika setelah sebelumnya memenangkan final dengan cara yang tidak biasa. Meskipun tampil buruk dalam pertandingan final, mereka mendominasi sebagian besar turnamen dan kini membawa momentum tersebut menuju Piala Dunia 2026.
Dalam grup yang sama dengan Brasil, Maroko diprediksi akan finis di posisi kedua. Namun, jangan kaget jika mereka mampu mengejutkan dunia dengan memenangkan grup. Dengan disiplin taktik, talenta pemain, dan Brasil yang tidak lagi sekuat dulu, Maroko memiliki peluang besar untuk mencatatkan sejarah baru.