Bagi banyak pelancong hemat, Spirit Airlines bukan sekadar lelucon tentang maskapai dengan tarif super murah. Bagi mereka, Spirit adalah satu-satunya pilihan untuk bepergian dengan biaya terjangkau, demikian menurut para ahli perjalanan yang diwawancarai Axios.
Kehancuran Spirit Airlines terjadi di tengah krisis ekonomi yang membuat pandangan masyarakat Amerika semakin suram. Maskapai ini resmi menghentikan operasinya sejak Sabtu (26/4), membatalkan semua penerbangan dan meninggalkan sekitar 17.000 karyawan serta kontraktor tanpa pekerjaan.
Spirit dikenal dengan tarif rendahnya dengan mengurangi fasilitas tambahan seperti bagasi kabin berukuran standar dan layanan premium. Model bisnis ini memungkinkan banyak orang, termasuk ibu tunggal dan pelancong muda, untuk terbang dengan biaya minimal.
Jaqueline Montero, seorang influencer perjalanan hemat asal Miami, mengungkapkan bahwa Spirit telah membantunya terbang ke berbagai tempat dengan harga terjangkau. "Di masa-masa awal dan saat saya masih menjadi ibu tunggal, Spirit memberi kesempatan untuk terbang ke mana pun tanpa menguras kantong," ujarnya.
Namun, persaingan ketat dari maskapai besar dengan tarif dasar ekonomi dan program loyalitas yang menarik menjadi tantangan besar bagi Spirit. Ditambah lagi, lonjakan harga bahan bakar jet yang tak terhindarkan membuat maskapai ini akhirnya tak mampu bertahan. Spirit bahkan telah dua kali mengajukan kebangkrutan sejak 2024.
Dampak terhadap Pelancong Hemat
Kehilangan Spirit Airlines dirasakan oleh banyak orang. Marissa Meizz, seorang kreator konten perjalanan, dalam video yang diunggahnya menyebut Spirit sebagai sarana bagi banyak orang untuk menghadiri acara penting, seperti pernikahan, pemakaman, atau pertemuan terakhir dengan keluarga.
"Kita semua tahu Spirit memiliki utang, tapi dunia juga tengah dilanda utang dalam jumlah yang tak kalah besar," kata Meizz. Ia menambahkan bahwa hilangnya Spirit hanyalah awal dari semakin sulitnya akses terhadap perjalanan hemat.
David Slotnick, editor kontributor The Points Guy, menyebut Spirit sebagai "burung kenari di tambang batu bara" yang menandakan masa depan perjalanan hemat semakin tidak pasti. Meskipun maskapai lain dengan tarif dasar ekonomi masih ada, tren industri penerbangan saat ini cenderung mengarah pada layanan premium dan upaya untuk meningkatkan pendapatan dari setiap kursi.
Apakah Perjalanan Hemat Benar-benar Punah?
Meskipun Spirit telah tiada, bukan berarti perjalanan hemat sudah tidak ada lagi. Maskapai lain seperti Frontier, Allegiant, dan tarif dasar ekonomi dari maskapai besar masih menawarkan pilihan terjangkau. Namun, kenaikan harga bahan bakar dan tekanan untuk meningkatkan profitabilitas membuat masa depan perjalanan hemat semakin tidak menentu.
Slotnick menekankan bahwa Spirit memiliki keunikan tersendiri: ia mampu membawa penumpang dari satu tempat ke tempat lain tanpa embel-embel mahal. "Itulah yang membuat Spirit begitu berharga bagi banyak orang," katanya.
Bagi mereka yang saat ini terdampar akibat pembatalan penerbangan Spirit, beberapa maskapai menawarkan diskon khusus sebagai bentuk kompensasi sementara.