Pada musim gugur tahun lalu, ratusan aktivis dari berbagai penjuru dunia memadati puluhan kapal dan berlayar menuju Gaza. Tujuan mereka jelas: menembus blokade Israel terhadap wilayah tersebut dan mengakhiri salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Mereka yakin, dengan membagikan perjalanan melalui media sosial, perhatian dunia akan tertuju pada misi kemanusiaan ini.
Namun, apa yang semula dianggap sebagai aksi simbolis berubah menjadi pengalaman traumatis. Sebelum mencapai Gaza, Global Sumud Flotilla diserang drone dan awak kapal ditahan oleh Angkatan Laut Israel.
“Kami dihadapkan dengan senjata, bahkan laser terarah terlihat di dada kami,” ungkap Louna Sbou, salah satu partisipan. “Kami benar-benar merasa tidak berdaya.”
Setelah penahanan, mereka dipindahkan ke penjara keamanan tinggi di tengah gurun Negev.
“Anda tidak memiliki kendali, tidak ada informasi, dan tidak ada hak,” kata Carsie Blanton, partisipan lainnya. “Mereka bisa melakukan apa pun terhadap Anda.”
Kali ini, saat sebuah konvoi baru berlayar menuju Gaza, kami mengangkat kembali kisah Global Sumud Flotilla dari musim gugur lalu. Laporan ini memberikan gambaran langsung tentang pengalaman para aktivis selama perjalanan dan dampak dari perjuangan mereka.
Ini merupakan pembaruan dari episode yang pertama kali tayang pada Desember 2025.