Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan signifikan di bawah level $78.000 pada Senin (28/4/2025) pagi, tepat saat pasar Eropa dibuka. Dalam 24 jam terakhir, harga BTC sempat menyentuh angka $77.819, turun sebesar 0,28%. Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mendekati $1,56 triliun, sementara volume perdagangan harian mencapai sekitar $32,1 miliar.

Data dari CoinGlass menunjukkan total likuidasi aset kripto dalam 24 jam terakhir mencapai hampir $295 juta. Penurunan ini terjadi setelah Bitcoin sempat mendekati level psikologis $80.000, namun gagal bertahan dan kembali terperosok di bawah $78.000 tanpa adanya pemicu makroekonomi, regulasi, atau berita signifikan dari bursa, ETF, maupun penerbit aset kripto.

Apakah Ini Hanya Likuidasi Singkat atau Awal Risiko Menurun?

Pertanyaan utama saat ini adalah apakah penurunan ini hanya merupakan likuidasi leverage yang bersifat sementara atau justru menjadi awal dari pergerakan risiko menurun yang lebih luas. Perbedaan kedua skenario ini sangat penting.

Likuidasi leverage umumnya hanya membersihkan posisi yang terlalu padat tanpa merusak struktur pasar secara keseluruhan. Sementara itu, penurunan risiko yang lebih luas biasanya membutuhkan konfirmasi dari aset berisiko lain, likuiditas yang melemah, atau pemicu baru yang mengubah cara trader menilai pasar dalam beberapa sesi ke depan.

Saat ini, bukti yang ada lebih mengarah pada struktur pasar. Tekanan likuidasi terlihat jelas, level harga terasa rapuh, namun penyebab utama penurunan ini belum dapat dijelaskan secara tunggal.

Level $80.000: Zona Sensitif yang Menarik Minat Trader

Penurunan harga Bitcoin kali ini terjadi di zona yang sebelumnya telah menarik perhatian banyak trader. Pada tanggal 23 April 2025, Bitcoin sempat mencapai level tertinggi $79.470 sebelum akhirnya turun kembali ke sekitar $78.200. Pergerakan ini dipicu oleh likuidasi paksa dan kondisi makro serta geopolitik yang lebih mendukung.

Level $80.000 sendiri telah menjadi magnet bagi berbagai kalangan trader, termasuk pembeli baru, short-seller, dan trader yang sensitif terhadap faktor makro. Ketika harga mendekati zona ini, penolakan pertama sering kali lebih mencerminkan posisi pasar daripada keyakinan fundamental.

Analisis struktur pasar dari CryptoSlate menunjukkan bahwa zona ini memiliki peta taktis tersendiri. Bitcoin gagal mempertahankan level di atas $78.000 meskipun sempat menyentuh $80.000, sementara selera risiko dan pasar saham menunjukkan pergerakan yang lebih dinamis dibandingkan minyak mentah.

Analisis tersebut juga menempatkan jalur konstruktif pada level $77.000 hingga $77.500. Jika Bitcoin mampu bertahan di zona ini, penurunan saat ini dapat dianggap sebagai peristiwa pembersihan (clearing event). Namun, jika harga gagal mempertahankan level tersebut, penurunan dapat mengarah pada pengurangan risiko yang lebih luas.

Respon Trader di Level $77.000 - $77.500 Menentukan Arah Selanjutnya

Pola pergerakan ini juga membantu memisahkan aksi harga dari pencarian penyebab. Trader tidak memerlukan berita baru untuk memahami mengapa stop-loss, lindung nilai, atau exit cepat dapat terkonsentrasi di sekitar level bulat yang baru saja menolak momentum.

Pasar yang baru saja mencoba menembus $80.000 dapat dengan cepat berbalik arah ketika leverage tinggi dan tidak ada pembeli yang bersedia membeli pada harga saat ini. Oleh karena itu, respons pertama di level $77.000 hingga $77.500 menjadi sangat penting.

Jika permintaan mampu menyerap arus paksaan tersebut, penurunan dapat dianggap sebagai peristiwa normal dalam pasar yang padat. Namun, jika bounce gagal terjadi, hal ini dapat mengindikasikan bahwa penurunan telah merembet ke keyakinan spot dan risiko yang lebih luas.