Bitcoin dan Minyak Bergerak Berlawanan dengan Ekuitas AS

Harga Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar $76.600, setelah sebelumnya sempat menyentuh level intraday $78.000. Di sisi lain, harga minyak mentah tetap stabil di kisaran $103, sementara indeks S&P 500 mengalami penurunan saat pasar saham AS dibuka.

Sebelum sesi perdagangan tunai AS dimulai, Bitcoin justru mengalami kenaikan meskipun minyak terus melonjak. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen positif terhadap Bitcoin cukup kuat untuk melawan tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak selama sebagian hari. Namun, setelah pasar saham AS dibuka, pergerakan Bitcoin mulai menyesuaikan diri dengan kondisi ekuitas.

Dinamika Pasar yang Berlawanan

Grafik menunjukkan bahwa Bitcoin mengalami penurunan saat S&P 500 melemah, sementara minyak mentah tetap berada di level tinggi. Hal ini menciptakan dua sinyal yang saling bertentangan: Bitcoin mampu bergerak independen dari saham saat pasar AS tutup, namun sentimen risiko pasar saham AS dapat menariknya kembali saat sesi utama dimulai.

Data pasar yang lebih luas menunjukkan kapitalisasi pasar crypto secara keseluruhan sekitar $2,6 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $122 miliar. Dominasi Bitcoin terhadap pasar crypto berada di level 60%.

Pergerakan Bitcoin yang Terbatas oleh Sentimen Risiko

Menurut data dari CryptoSlate, Bitcoin sempat berada di level atas $77.000 pagi ini, mencatat kenaikan sekitar 1,6% dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,56 triliun.

Grafik terbaru menunjukkan mengapa kenaikan intraday tersebut tidak berlanjut. Pembukaan pasar AS menjadikan ekuitas sebagai faktor pemicu utama. Pada fase pertama sesi perdagangan, pola April yang sederhana—di mana kenaikan harga minyak secara otomatis berdampak negatif pada Bitcoin—tidak sepenuhnya berlaku. Meskipun minyak naik melewati level $100, Bitcoin tetap mampu mendekati $78.000 sebelum pasar saham AS dibuka.

Namun, pada fase kedua, peran ekuitas kembali mendominasi. Saat S&P 500 melemah setelah dibuka, Bitcoin turun kembali ke level pertengahan $76.000, meskipun minyak terus mendorong ke level yang lebih tinggi.

Bitcoin menunjukkan kemampuannya untuk melawan tekanan minyak selama sebagian sesi perdagangan. Namun, pembukaan pasar saham AS juga membuktikan bahwa aset ini tetap rentan terhadap sentimen risiko yang lebih luas.

Keterkaitan Bitcoin dengan Minyak dan Ekuitas

Pergerakan Bitcoin hari ini juga konsisten dengan laporan sebelumnya dari CryptoSlate. Pada tanggal 23 April 2026, penurunan Bitcoin di bawah $78.000 lebih dipengaruhi oleh sentimen risiko ekuitas daripada pergerakan minyak, karena harga minyak relatif stabil sementara S&P 500 melemah.

Kondisi serupa juga terlihat dalam laporan sebelumnya, di mana Bitcoin mengalami penurunan di sekitar level $80.000 seiring dengan pergeseran sentimen risiko-off di pasar ekuitas. Meskipun demikian, harga minyak dan ekspektasi kebijakan The Fed tetap menjadi faktor makro yang membentuk lanskap pasar.

Tantangan bagi Bitcoin dalam Menghadapi Tekanan Makro

Pada tanggal 24 April 2026, Bitcoin berhasil bertahan di sekitar level $78.000 meskipun harga minyak melampaui $100. Hal ini menjadi ujian apakah permintaan terhadap aset langka seperti Bitcoin dapat bertahan di tengah tekanan dolar yang lebih kuat, kenaikan imbal hasil riil, dan kondisi likuiditas yang lebih ketat.

Meskipun demikian, Bitcoin menunjukkan ketahanan yang mengejutkan dengan tetap stabil di sekitar level tersebut, didukung oleh likuidasi posisi short derivatif yang masif.