Bitcoin Menghadapi Dua Kekuatan Berlawanan
Investor saat ini membanjiri dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berleverage dengan rekor pencapaian $177 miliar. Lonjakan ini menguji apakah permintaan spekulatif terhadap Bitcoin dapat bertahan di tengah inflasi yang meningkat dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang semakin memudar. Laporan dari Glassnode menunjukkan Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar $81.000 per unit, posisi yang cukup dekat dengan level resistensi $86.900 dan level support $76.900.
Pertumbuhan ETF Berleverage Melonjak 34% Sejak Maret
Dana ETF berleverage di Amerika Serikat mencatat pertumbuhan aset sebesar $45 miliar sejak Maret, atau meningkat 34%. Pertumbuhan ini didominasi oleh dana yang terkait dengan sektor teknologi, semikonduktor, dan saham-saham unggulan seperti Magnificent 7. Kontribusi terbesar berasal dari dana teknologi ($65 miliar), semikonduktor ($32 miliar), dan Magnificent 7 ($25 miliar), yang secara keseluruhan mencakup 69% dari total aset ETF berleverage di AS.
Fenomena ini mencerminkan kecenderungan investor untuk mencari imbal hasil yang lebih tinggi di tengah pasar yang didorong oleh pertumbuhan teknologi dan likuiditas. Bitcoin, yang selama ini dianggap sebagai aset berisiko tinggi, juga ikut terpengaruh oleh dinamika ini. Meskipun demikian, ETF berleverage yang menawarkan pengembalian harian 2x atau 3x juga meningkatkan risiko pergerakan harga yang tajam, baik ke arah positif maupun negatif.
Inflasi Meningkat, The Fed Tetap Waspada
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi tahunan naik menjadi 3,8% pada April, meningkat dari 3,3% pada Maret. Inflasi bulanan juga mencatat kenaikan sebesar 0,6%, didorong oleh lonjakan harga energi. Harga bensin naik 5,4% hanya dalam sebulan, sementara indeks energi secara keseluruhan meningkat 17,9% secara tahunan. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan tekanan inflasi yang lebih tinggi dan kemungkinan The Fed menunda pemangkasan suku bunga.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50%-3,75% dalam pertemuan akhir April. Para pedagang kini memperkirakan kemungkinan besar The Fed tidak akan memangkas suku bunga hingga akhir tahun 2026. Bahkan, UBS memprediksi pemangkasan pertama baru akan terjadi pada Maret 2027. Pasar obligasi AS juga mencerminkan ketidakpastian ini, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun AS mencapai level tertinggi dalam 11 bulan, mendekati 4,484%. Beberapa investor bahkan memperkirakan imbal hasil bisa melampaui 5% jika inflasi tetap tinggi.
Dampak Makro terhadap Bitcoin
Kenaikan inflasi dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi berpotensi menekan premi risiko Bitcoin. Berikut adalah beberapa indikator makro yang memengaruhi pergerakan Bitcoin saat ini:
- Inflasi Tahunan (Headline CPI): 3,8% YoY — Bearish. Inflasi yang lebih tinggi mengurangi ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga.
- Inflasi Bulanan (CPI Bulanan): 0,6% MoM — Bearish. Kenaikan bulanan yang tajam membuat risiko inflasi tetap menjadi perhatian utama.
- Inflasi Inti (Core CPI): 2,8% YoY — Mildly Bearish. Inflasi inti yang sulit turun membuat kebijakan moneter tetap ketat.
Kenaikan imbal hasil riil dan penguatan dolar AS secara historis menekan premi risiko Bitcoin, karena aset ini tidak menghasilkan pendapatan tetap. Kondisi ini membuat Bitcoin semakin rentan terhadap tekanan jual jika sentimen pasar berubah.
Apakah Bitcoin Masih Layak sebagai Aset Berisiko Tinggi?
Meskipun Bitcoin telah menjadi bagian dari kompleks pertumbuhan teknologi dan likuiditas pasca-2020, ketergantungannya pada sentimen pasar yang berisiko tetap menjadi tantangan. Lonjakan aset ETF berleverage menunjukkan bahwa investor masih mencari peluang dengan imbal hasil tinggi. Namun, dengan inflasi yang meningkat dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, ketahanan permintaan spekulatif terhadap Bitcoin akan diuji.
"Ketika permintaan untuk ekuitas berleverage terkonsentrasi pada sektor pertumbuhan dan teknologi, modal spekulatif biasanya mengalir ke aset berisiko tinggi, termasuk Bitcoin. Namun, ETF berleverage dengan pengembalian harian 2x atau 3x juga meningkatkan risiko pergerakan harga yang ekstrem."
Kesimpulan: Bitcoin di Persimpangan Jalan
Bitcoin saat ini berada di persimpangan antara lonjakan risiko yang didorong oleh ETF berleverage senilai $177 miliar dan tekanan makro yang semakin meningkat. Meskipun posisinya dekat dengan level resistensi kritis, ketahanan aset ini akan sangat bergantung pada kebijakan moneter The Fed dan dinamika inflasi ke depan. Jika inflasi tetap tinggi dan The Fed mempertahankan suku bunga, Bitcoin berisiko mengalami tekanan lebih lanjut.