Pasar kripto kini terasa bullish sekaligus bearish karena sektor-sektor utamanya tidak lagi bergerak secara serentak. Bitcoin menarik aliran dana institusional melalui ETF, sementara kontrak DeFi dan stablecoin berkembang menjadi infrastruktur pembayaran. Di sisi lain, altcoin tertinggal, dan jaringan layer-2 (L2) mencatat volume transaksi tertinggi meskipun token-nya bergerak sideways.
Hunter Horsley, CEO Bitwise, menawarkan kerangka kerja untuk menjelaskan paradoks ini. Menurutnya, kripto kini terbagi setidaknya menjadi empat industri independen dengan fundamental, regulasi, dan kurva adopsi yang berbeda:
Empat Sektor Kripto yang Bergerak Mandiri
| Sektor | Apa yang Menjadi Fokus | Pendorong Utama | Mengapa Bergerak Sendiri |
|---|---|---|---|
| Stablecoin + Pembayaran | Dolar digital dan infrastruktur penyelesaian transaksi | Volume pembayaran, permintaan dolar, regulasi | Dapat tumbuh meski token spekulatif stagnan |
| Bitcoin | Aset makro institusional | Aliran dana ETF, suku bunga, likuiditas, kekuatan dolar | Dapat melampaui pasar kripto saat DeFi dan altcoin lemah |
| Tokenisasi + Keuangan On-Chain | Sistem keuangan terdesentralisasi (plumbing pasar keuangan) | Tokenisasi obligasi negara, penyelesaian transaksi, adopsi institusional | Dapat berkembang lambat tanpa minat ritel |
| Infrastruktur Blockchain | Skalabilitas, kustodian, dompet, data, interoperabilitas | Penggunaan, aktivitas pengembang, efisiensi jaringan | Kemajuan operasional tidak selalu menaikkan harga token |
Stablecoin: Infrastruktur Keuangan yang Terlepas dari Siklus Spekulatif
Stablecoin adalah sektor kripto yang paling jelas terpisah dari siklus spekulatif. Data dari DefiLlama menunjukkan kapitalisasi pasar stablecoin mencapai sekitar $321,6 miliar, dengan USDT mendominasi sekitar $189,8 miliar dan USDC sebesar $76,9 miliar.
Circle, penerbit USDC, melaporkan pendapatan dan penghasilan dari cadangan meningkat 20% pada kuartal pertama menjadi $694 juta. Sirkulasi USDC juga naik 28% secara tahunan, mencerminkan peningkatan permintaan dolar digital dan hasil cadangan. Pada 29 April, Visa mengumumkan pilot penyelesaian transaksi stablecoin-nya mencapai $7 miliar per tahun—naik 50% secara kuartal—di sembilan blockchain. Mekanisme ini memproses aliran komersial nyata, menunjukkan bahwa pertumbuhan stablecoin terkait langsung dengan volume pembayaran dan permintaan dolar.
Perusahaan pembayaran, bank, eksportir, dan meja penyelesaian menggunakan stablecoin untuk transaksi lintas batas dan penyelesaian dolar. Hal ini membuat stablecoin memiliki basis pengguna yang tidak terpengaruh oleh siklus pasar kripto.
Bitcoin: Aset Makro yang Berperilaku Seperti Saham Institusional
Aliran dana Bitcoin kini terpisah dari pasar kripto secara keseluruhan. CoinShares melaporkan aliran masuk sebesar $858 juta ke dalam produk investasi aset digital pada minggu yang berakhir 8 Mei, dengan Bitcoin mendominasi sebesar $706,1 juta. Total aset yang dikelola (AUM) produk digital mencapai $160 miliar.
Aliran dana ini berasal dari dana dan investor institusional yang menilai Bitcoin berdasarkan suku bunga, kekuatan dolar, dan kondisi likuiditas—faktor yang sama yang memengaruhi alokasi obligasi dan ekuitas institusional. Data dari Farside Investors menunjukkan ETF Bitcoin spot yang diperdagangkan di AS mengalami keluar bersih $630,4 juta pada 13 Mei, dengan fluktuasi harian dipengaruhi oleh posisi dana institusional.
Bitcoin kini berperilaku seperti aset global berkapitalisasi besar dengan sensitivitas aliran dana institusional. Bitcoin dapat melampaui pasar kripto secara keseluruhan meskipun DeFi dan token infrastruktur bergerak sideways.
Tokenisasi dan DeFi: Pertumbuhan yang Tidak Merata
Data dari RWA.xyz mencatat nilai aset terdistribusi lebih dari $26,7 miliar dan aset yang direpresentasikan mencapai $345 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh tokenisasi obligasi negara, penyelesaian transaksi, dan adopsi institusional. Namun, perkembangan ini berjalan lambat tanpa melibatkan partisipasi ritel secara signifikan.
Sektor ini berfokus pada plumbing keuangan—sistem yang mendukung pasar keuangan tradisional—seperti tokenisasi aset riil dan layanan keuangan on-chain. Meskipun demikian, ketergantungan pada adopsi institusional membuatnya tidak selalu sejalan dengan volatilitas pasar kripto secara umum.
« Kripto kini bukan lagi satu industri tunggal, melainkan ekosistem dengan empat pilar independen. Setiap sektor memiliki fundamental, regulasi, dan kurva adopsi yang berbeda. Hal ini menciptakan dinamika pasar yang lebih stabil dan beragam. »
Perubahan ini menunjukkan bahwa pasar kripto semakin matang. Meskipun masih ada ketidakpastian, diversifikasi sektor-sektor ini dapat mengurangi risiko sistemik dan membuka peluang baru bagi investor institusional maupun ritel.