BMW Alpina resmi mengumumkan akan memperkenalkan konsep mobil pertamanya yang sepenuhnya baru menjelang acara peluncuran pada 17 Mei mendatang. Satu gambar teaser menunjukkan siluet coupe dengan ekor fastback yang sporty, menandakan arah desain yang berbeda dari model-model Alpina sebelumnya.
Langkah ini menjadi tonggak penting setelah BMW menyelesaikan akuisisi penuh terhadap Alpina pada awal tahun ini, menyusul pembelian saham mayoritas pada 2022. Dengan demikian, BMW kini tengah mempersiapkan Alpina untuk bertransformasi dari sekadar penyempurna sedan mewah menjadi merek independen dengan identitasnya sendiri.
Konsep Vision BMW Alpina akan diperkenalkan di Concorso d’Eleganza Villa d’Este, acara bergengsi yang dikenal sebagai ajang pameran desain dan kemewahan mobil. Meskipun belum siap diproduksi massal, konsep ini memberikan gambaran jelas tentang visi BMW untuk Alpina ke depannya.
Gambar teaser yang dirilis menunjukkan profil mobil yang rendah dengan proporsi panjang dan bagian belakang yang meruncing, tampak seperti coupe grand tourer daripada model BMW yang ada saat ini. Desainnya disebut-sebut memiliki kemiripan dengan BMW 8 Series Gran Coupe, namun dengan sentuhan pencahayaan yang sama sekali baru dan eksklusif.
Menurut laporan dari Autocar, masa depan Alpina tidak lagi berfokus pada performa murni seperti mobil BMW M, melainkan lebih menekankan pada kenyamanan, kemewahan, dan personalisasi. Joachim Post, Kepala Riset dan Pengembangan BMW Group, menyatakan bahwa Alpina akan berbicara tentang kecepatan yang nyaman, kenyamanan, dan kemewahan daripada performa kasar.
Fokus ini sejalan dengan filosofi awal Alpina yang dikenal sebagai pembuat mobil cepat untuk berkendara di autobahn dengan desain halus, suspensi empuk, dan interior mewah. Meskipun demikian, sejarah Alpina juga mencatat kontribusinya dalam menciptakan mesin performa tinggi di masa lalu.
Keterlibatan Desainer Rolls-Royce
Kehebohan semakin meningkat setelah munculnya kabar bahwa desainer ternama Alex Innes, mantan perancang coachbuilding Rolls-Royce yang terkenal dengan karya-karya seperti Boat Tail dan La Rose Noire Droptail, diduga terlibat dalam proyek ini. Keterlibatan Innes diharapkan dapat meningkatkan kualitas desain konsep ini menjadi lebih eksklusif dan memukau.
Pemilihan Villa d’Este sebagai lokasi peluncuran juga bukan tanpa alasan. Acara ini dikenal sebagai salah satu ajang paling prestisius untuk menilai desain dan kemewahan mobil, di mana estetika dan kenyamanan lebih dihargai daripada angka tenaga kuda semata. BMW sendiri telah beberapa kali menggunakan ajang ini untuk meluncurkan konsep-konsep yang kemudian diproduksi dalam skala terbatas atau menjadi cikal bakal model masa depan, seperti Concept Skytop dan Concept XM.
Meskipun nama Vision BMW Alpina menunjukkan bahwa konsep ini belum siap diproduksi massal, namun setidaknya para penggemar dapat melihat dengan jelas arah yang ingin diambil BMW untuk Alpina ke depannya. Tampaknya, BMW berencana untuk memposisikan Alpina sebagai merek yang lebih independen, dengan fokus pada eksklusivitas dan kemewahan daripada sekadar menjadi varian performa dari model BMW standar.