Perusahaan farmasi global, Bristol Myers Squibb, mengumumkan pada Selasa (23/7) kerja sama strategis dengan Hengrui Pharma, produsen obat terbesar di Tiongkok. Kemitraan ini mencakup lebih dari selusin program pengembangan obat tahap awal, menjadikannya salah satu kerja sama terbesar dalam pencarian sumber obat-obatan baru di Tiongkok.
Dalam perjanjian lisensi ini, Bristol Myers Squibb akan membayar uang muka sebesar $600 juta kepada Hengrui Pharma. Selain itu, nilai total kemitraan ini dapat mencapai $15,2 miliar jika semua target pencapaian (milestone) untuk obat-obatan yang terlibat terpenuhi.
Rincian Kerja Sama
Sebagai bagian dari kesepakatan, Bristol Myers Squibb akan memperoleh hak atas empat kandidat obat onkologi dan hematologi milik Hengrui untuk dipasarkan di luar wilayah Tiongkok daratan, Hong Kong, dan Makau. Sementara itu, Hengrui Pharma akan mendapatkan hak untuk memasarkan empat obat imunologi dari Bristol Myers Squibb di wilayah tersebut.
Selain itu, kedua perusahaan akan bekerja sama untuk memajukan lima obat lainnya. Dalam kolaborasi ini, Hengrui Pharma akan memimpin pengembangan klinis awal untuk seluruh program yang terlibat.
Strategi Ekspansi ke Pasar Tiongkok
Langkah ini menunjukkan semakin pentingnya Tiongkok sebagai pusat inovasi dan produksi obat-obatan global. Banyak perusahaan farmasi internasional yang kini menjalin kerja sama dengan mitra lokal untuk mengakses pasar yang berkembang pesat ini serta memanfaatkan keahlian dalam pengembangan obat-obatan.
Menurut para analis, kerja sama semacam ini tidak hanya mempercepat pengembangan obat-obatan baru tetapi juga mengurangi risiko dan biaya yang terkait dengan penelitian dan pengembangan independen.