Amerika Serikat menekan Jerman untuk menaikkan harga obat-obatan dalam pertemuan antara pejabat perdagangan AS, Jamieson Greer, dan penasihat kesehatan utama Chris Klomp, dengan Duta Besar Jerman Jens Hanefeld. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Trump agar negara-negara lain membayar lebih mahal untuk obat-obatan, sementara AS membayar lebih rendah.

Pejabat AS juga membahas kemungkinan penerapan tarif berdasarkan Section 301, yang memberi wewenang pemerintah untuk melawan praktik perdagangan yang dianggap tidak adil. Meskipun duta besar Jerman setuju untuk meninjau usulan tersebut, tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Sementara itu, beberapa perusahaan bioteknologi AS mempertimbangkan untuk memindahkan uji klinis tahap awal obat baru ke luar negeri. Kekhawatiran muncul akibat pemutusan hubungan kerja massal, perubahan kebijakan, dan restrukturisasi di FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) di bawah pemerintahan Trump. Hal ini memaksa perusahaan-perusahaan kecil untuk mengeksplorasi jalur alternatif dalam membawa obat baru ke pasar.

Menurut Reuters, tujuh eksekutif bioteknologi, investor, dan konsultan mengungkapkan bahwa kepergian staf dan perubahan kebijakan di FDA mendorong beberapa perusahaan untuk memulai uji klinis di pasar internasional seperti Uni Eropa dan Australia. Mereka juga mempertimbangkan untuk berinteraksi lebih awal dengan regulator di wilayah tersebut.

Sumber: STAT News