St. Paul, Minnesota — Kekalahan telak Dallas Stars di babak pertama playoff NHL 2026 melawan Minnesota Wild pada Kamis malam lalu menjadi pukulan keras bagi tim ini. Musim 2025-26 yang sebelumnya diprediksi sebagai tahun yang menjanjikan kini berubah menjadi kekecewaan besar. Kekalahan ini memaksa Stars untuk melakukan evaluasi mendalam selama musim panas guna menentukan apakah mereka akan tetap menjadi tim kuat atau justru mundur signifikan di masa depan.
Lantas, apa yang sebenarnya salah dengan Stars musim ini? Secara statistik, tim ini tampak sebagai kandidat utama untuk meraih Piala Stanley. Mereka bahkan bersaing ketat dengan Colorado Avalanche sebagai tim terbaik di wilayah Barat selama musim reguler. Namun, ketika playoff dimulai, berbagai kelemahan dalam susunan pemain terbuka lebar dan sulit untuk ditutupi.
Kemistry Buruk di Lapangan
Pertukaran pemain yang membawa Mikko Rantanen ke Dallas tampak sebagai langkah cerdas pada musim lalu. Pemain Finlandia ini dianggap sebagai bintang yang dibutuhkan untuk mendongkrak performa serangan Stars. Dengan bergabungnya Rantanen ke dalam tim yang memiliki serangan terkuat di NHL, banyak yang berharap kolaborasi ini akan menjadi pembeda. Namun, kenyataannya tidak sesuai harapan.
Masalahnya bukan terletak pada Rantanen—meskipun ia sering menjadi sasaran kritik—melainkan pada bagaimana ia dimainkan dalam sistem Stars. Tanpa distribusi bola yang optimal dari Nathan MacKinnon di Colorado, Rantanen kehilangan perannya sebagai pencetak gol elit. Ia kini dipaksa untuk lebih banyak mengoper daripada mencetak gol. Posisi Rantanen di lini depan juga tidak cocok. Wyatt Johnson, sebagai pusat yang dominan dalam penguasaan bola, serta Jason Robertson sebagai pencetak gol utama, membuat Rantanen sulit menemukan tempatnya. Menempatkannya di lini kedua juga tidak berhasil karena Matt Duchene mengalami cedera dan performanya menurun drastis musim ini.
Masalah ini semakin rumit ketika melihat apa yang Stars berikan dalam pertukaran tersebut. Logan Stankoven, yang hanya dianggap sebagai pemain muda biasa dalam kesepakatan itu, kini menjadi pusat lini kedua kunci bagi Carolina Hurricanes—posisi yang sangat dibutuhkan oleh Stars saat ini. Akibatnya, Stars memiliki tim yang terlalu bergantung pada lini depan. Kesuksesan mereka di musim reguler sangat bergantung pada pasangan Johnson-Robertson yang mengemban beban besar, dengan Miro Heiskanen sebagai pengatur permainan dari belakang. Namun, Minnesota Wild berhasil mengeksploitasi kedalaman lini Stars dan mengalahkan mereka dengan permainan yang lebih solid.
Keputusan Sulit di Masa Depan
Salah satu keputusan terbesar yang harus diambil Stars adalah mengenai Jason Robertson. Pemain sayap kiri ini akan menjadi pemain terbatas bebas (RFA) musim depan, dan kontraknya akan menjadi beban berat bagi Stars yang tengah menghadapi kendala salary cap. Tim ini diproyeksikan memiliki ruang sebesar $11,1 juta untuk musim depan, namun dengan tiga pemain kunci yang akan menjadi pemain bebas, termasuk Robertson.
Jika Stars memutuskan untuk mempertahankan Robertson dengan kontrak besar, mereka mungkin harus melepas pemain lain yang juga penting. Namun, jika mereka gagal mempertahankan Robertson, Stars akan kehilangan salah satu pencetak gol utama mereka. Keputusan ini akan sangat menentukan apakah Stars akan tetap kompetitif atau justru mundur ke peringkat yang lebih rendah di masa depan.