Desain Samping Satu Potong Jadi Biang Masalah

Kerusakan pada panel belakang Rivian R1T ternyata menyembunyikan masalah besar. Meskipun hanya berupa dent seukuran piring makan di belakang lampu belakang, perbaikan yang dilakukan ternyata sangat kompleks. Akhirnya, pemilik mobil harus membayar tagihan hingga Rp140 juta atau setara harga mobil Toyota Corolla bekas.

Proses Perbaikan yang Memakan Waktu dan Biaya

Foto-foto yang beredar di Reddit menunjukkan proses perbaikan yang ekstrem. Rivian R1T hampir dibongkar total: bumper belakang dilepas, lampu belakang dicopot, dan samping mobil dibongkar sebagian. Bahkan, mobil sempat dibungkus rapat seperti kalkun Thanksgiving di dalam ruang cat.

Teknisi berusaha keras menyelamatkan panel samping asli karena panel tersebut menyatu dengan atap. Ini berarti, panel tidak bisa diganti dengan mudah. Beberapa bagian dalam dan luar mobil harus dibongkar untuk memperbaiki kerusakan.

Mengapa Biaya Perbaikan Begitu Mahal?

Desain samping satu potong pada Rivian R1T memaksa teknisi untuk melakukan pekerjaan ekstensif. Perbaikan tidak hanya pada panel yang rusak, tetapi juga seluruh sisi mobil agar catnya bisa menyatu sempurna. Proses blending ini memakan waktu dan biaya tinggi.

Peringatan untuk Calon Pembeli EV

Pemilik EV seringkali lupa mempertimbangkan biaya perbaikan yang tinggi. Asuransi untuk mobil listrik, terutama yang memiliki sensor dan kamera canggih, bisa jauh lebih mahal. Selain itu, desain kendaraan yang rumit juga berkontribusi pada tingginya biaya perbaikan.

"Pastikan Anda tidak hanya mampu membeli mobil, tetapi juga biaya perbaikan yang mungkin timbul. Desain Rivian R1T yang rumit membuat perbaikan kecil saja bisa menghabiskan biaya besar."

Kesimpulan

Meskipun kerusakan tampak sepele, desain Rivian R1T yang kompleks membuat perbaikan menjadi sangat mahal. Calon pembeli disarankan untuk mempertimbangkan dengan matang biaya asuransi dan perbaikan sebelum memutuskan membeli mobil listrik jenis ini.

Sumber: CarScoops