Mini tengah mempertimbangkan untuk menghadirkan kembali mobil berukuran kecil setelah hampir satu dekade lebih fokus pada model yang lebih besar. Inspirasi utama datang dari konsep Rocketman yang diperkenalkan pada tahun 2011 silam.

Menurut Holger Hampf, Kepala Desain Mini, proyek mobil mini ini dianggap sebagai tantangan yang menarik. Namun, ia menekankan bahwa membangun mobil sekecil itu di era modern bukanlah perkara mudah. "Kami memang mempelajari volume ini dan mencoba melihat apa yang bisa kami lakukan dalam mobil sepanjang 3,6 meter. Ini tidak mudah," ujarnya kepada Auto Express.

Hampf menjelaskan, tantangan terbesar terletak pada pemadatan teknologi keselamatan modern ke dalam bodi yang kecil. "Semua aspek di sekitar Mini telah berkembang. Kita harus sadar akan lingkungan sekitar, regulasi keselamatan pejalan kaki, serta sensor teknologi. Konsumen juga tidak mau kehilangan fitur ADAS, cruise control, dan lainnya," katanya. Hal ini turut mendorong peningkatan ukuran mobil secara bertahap dibandingkan dengan Mini klasik atau konsep Rocketman.

Meskipun demikian, Mini yakin bahwa mobil mini tetap layak untuk diwujudkan. Hal ini terinspirasi oleh langkah Smart yang baru saja meluncurkan konsep mobil listrik urban berukuran sangat kecil, yaitu Concept #2. Dengan panjang hanya 2.792 mm, konsep tersebut jauh lebih kecil daripada kemungkinan versi produksi Rocketman yang mungkin akan dibuat Mini.

Jika Mini memutuskan untuk memproduksi mobil mini ini, kapasitas baterai yang terbatas menjadi konsekuensi logis. Namun, Hampf menekankan bahwa semua model Mini harus tetap memenuhi standar keselamatan tertinggi. "Mobil ini harus super aman," tegasnya.

Sumber: CarScoops