OSLO, NORWAY — Pada 31 Maret 2026, Erling Haaland tampil dalam laga persahabatan internasional antara Norwegia melawan Swiss di Stadion Ullevaal. Dengan postur tinggi menjulang 194 cm dan kecepatan yang mematikan, Haaland bukan sekadar pemain biasa. Ia adalah kombinasi sempurna antara kekuatan fisik dan kecerdasan bermain, layaknya karakter fiksi yang diciptakan untuk mendominasi lapangan.

Jika seorang pemain diciptakan dalam permainan video dengan atribut Haaland, teman-teman Anda pasti akan melarangnya digunakan dalam mode head-to-head. Ia adalah mesin pencetak gol yang tak kenal lelah, dengan naluri mematikan di depan gawang. Bahkan sutradara James Cameron pun mungkin akan berpikir dua kali sebelum menciptakan karakter sekuat Haaland.

Dominasi di Eropa dan Inggris

Bagi yang belum mengenal Haaland, bersiaplah untuk menyaksikan kehancuran yang ia torehkan di Inggris dan Eropa. Pada usia 25 tahun, striker ini telah mencetak 188 gol dalam 212 penampilan senior, sebagian besar bersama Borussia Dortmund dan Manchester City. Di level internasional, Haaland telah mencetak 55 gol dalam 49 pertandingan untuk Norwegia, melampaui rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa negara tersebut, Jørgen Juve, dengan selisih 22 gol.

Di musim perdananya di Premier League, Haaland memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu musim yang sebelumnya bertahan hampir 30 tahun, dengan catatan lebih cepat sembilan pertandingan dari pemegang rekor sebelumnya. Ia membawa City meraih treble: Premier League, Piala FA, dan Liga Champions. Musim berikutnya, Haaland kembali meraih Golden Boot untuk kedua kalinya, sementara City mempertahankan gelar Premier League dan menjuarai Piala Dunia Antarklub FIFA untuk pertama kalinya.

Pada musim ini, Haaland mencetak gol ke-100 di Premier League dalam 111 penampilan, memecahkan rekor 124 pertandingan yang sebelumnya dipegang selama 29 tahun. Hingga 1 Mei 2026, Haaland telah mencetak 109 gol di Premier League, menempati peringkat ke-28 dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Satu-satunya harapan Alan Shearer untuk mempertahankan rekor 260 golnya adalah jika klub-klub besar seperti Real Madrid, Barcelona, atau Paris Saint-Germain merekrut Haaland.

Momen Bersejarah di Piala Dunia

Ini adalah pertama kalinya Haaland berpartisipasi di Piala Dunia FIFA, sekaligus pertama kalinya Norwegia tampil setelah 28 tahun absen. Di luar laga persahabatan, Norwegia hanya berkompetisi di UEFA Nations League, di mana Haaland telah mencetak 19 gol dalam tiga turnamen—empat gol lebih banyak daripada Cristiano Ronaldo dalam empat turnamen.

Para penggemar sepak bola kini menantikan penampilan bersejarah Haaland di turnamen ini. Ia sebelumnya memegang rekor gol terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia U-20 setelah mencetak sembilan gol dalam kemenangan Norwegia 12-0 atas Honduras pada 2019. Meskipun rekor 13 gol Just Fontaine di Piala Dunia 1958 tampak tak terjangkau, menghentikan Haaland mencetak gol hampir sama sulitnya.

Norwegia di Piala Dunia 2026

Dengan peringkat ke-37 FIFA, Norwegia ditempatkan di Grup I, yang mungkin terasa kurang menantang bagi tim yang telah lama menantikan kembalinya ke panggung dunia. Prancis, peringkat pertama dunia, menjadi lawan berat di grup tersebut, sementara Senegal yang menempati peringkat ke-14 tengah dalam performa terbaiknya.

Sumber: SB Nation