Gencatan Senjata Diperpanjang setelah Pertemuan di Gedung Putih
Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon resmi diperpanjang selama tiga minggu lagi. Presiden AS Donald Trump mengumumkan hal tersebut seusai pertemuan dengan Duta Besar Israel dan Lebanon di Gedung Putih, Kamis (12/9).
Alasan Di Balik Perpanjangan
AS memiliki dua tujuan utama dalam memperpanjang gencatan senjata ini. Pertama, untuk mendorong pembicaraan damai langsung antara Israel dan Lebanon. Kedua, mencegah terjadinya eskalasi konflik yang dapat merusak upaya AS dalam mencapai kesepakatan dengan Iran.
Trump sebelumnya telah mengumumkan gencatan senjata awal selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pekan lalu. Sementara itu, AS tengah berupaya memperpanjang gencatan senjata tersebut sembari mengejar kesepakatan damai dengan Iran.
Perbedaan Pandangan tentang Cakupan Gencatan Senjata
Meskipun kedua jalur diplomasi ini secara resmi terpisah, Iran menuding serangan Israel di Lebanon sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah disepakati dengan AS. Di sisi lain, AS dan Israel berargumen bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup operasi Israel melawan kelompok Hezbollah yang didukung Iran. Mereka menekankan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari pembicaraan damai terpisah dengan pemerintah Lebanon.
Pertemuan Rahasia dan Kehadiran Pejabat Tinggi AS
Duta Besar Israel dan Lebanon dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Departemen Luar Negeri untuk pembicaraan kedua antara kedua negara. Namun, tiga jam sebelum pertemuan dimulai, acara dipindahkan ke Gedung Putih dengan kehadiran Trump. Selain Trump dan Rubio, Wakil Presiden Vance, Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, serta Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa juga hadir.
Pernyataan Trump dan Tantangan dari Lebanon
"Pertemuan berjalan sangat baik! Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantu melindungi diri dari ancaman Hezbollah. Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama TIGA MINGGU," tulis Trump di akun Truth Social seusai pertemuan.
Trump juga menyatakan bahwa ia menantikan untuk bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih "dalam waktu dekat."
Namun, pihak Lebanon menyatakan bahwa pertemuan tiga pihak sulit terwujud selama Israel masih menduduki 6% wilayah Lebanon dan terus melakukan serangan meskipun gencatan senjata telah diberlakukan.
Tantangan dalam Implementasi Gencatan Senjata
- Klaim Pelanggaran oleh Iran: Iran menuding serangan Israel di Lebanon sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata dengan AS.
- Pendudukan Israel di Lebanon: Lebanon menuntut Israel menarik diri dari 6% wilayahnya sebagai syarat utama pembicaraan lebih lanjut.
- Perbedaan Interpretasi Cakupan Gencatan Senjata: AS dan Israel berargumen bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup operasi militer melawan Hezbollah.