Influencer Looksmaxxing Dilarikan ke RS Usai Diduga Overdosis
Braden 'Clavicular' Peters, seorang influencer yang dikenal dengan praktik looksmaxxing—sebuah tren berbahaya untuk meningkatkan penampilan dengan cara ekstrem—dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami overdosis pada Selasa malam (16/7). Insiden ini menjadi bukti nyata betapa berbahayanya tren ini yang memanfaatkan ketidakamanan remaja.
Kejadian Mengerikan Saat Live Streaming
Beberapa orang terlihat mengangkat tubuh lemas Peters yang berusia 20 tahun ke dalam mobil hitam setelah live streaming-nya tiba-tiba terputus. Menurut People, Peters terlihat tidak jelas berbicara dan mengulang-ulang kata-kata menjelang akhir siaran.
Keesokan harinya, Peters membagikan foto dirinya dengan wajah penuh luka sayat, lebam, dan darah kering. "Baru sampai rumah, tadi brutal banget," tulisnya dalam unggahan tersebut.
"Semua zat itu hanya cara untuk merasa normal sementara berada di publik, tapi jelas itu bukan solusi nyata."
"Bagian terburuk malam ini adalah wajahku turun dari masker penopang hidup," tambahnya, menggunakan istilah looksmaxxing untuk menggambarkan penurunan daya tarik.
Apa Itu Looksmaxxing? Tren Berbahaya yang Didukung Peters
Peters menjadi ikon dari tren looksmaxxing, yang berasal dari komunitas incel pria. Tren ini mencakup praktik mulai dari yang ringan, seperti perawatan jerawat dan olahraga, hingga tindakan ekstrem seperti operasi kosmetik atau suntikan hormon dan zat terlarang.
Salah satu metode ekstrem yang dikenal adalah bonesmashing, yaitu memukul wajah sendiri dengan palu untuk membentuk rahang yang lebih tegas. Peters bahkan mengaku mulai menyuntikkan testosteron dan mengonsumsi zat terkontrol sejak usia 14 tahun.
Yang lebih mengkhawatirkan, ia pernah mempromosikan penggunaan kristal metamfetamina—zat berbahaya yang diduga terlibat dalam insiden overdosisnya—untuk menurunkan berat badan.
Catatan Hitam Peters: Dari Kekerasan hingga Pelanggaran Hukum
Baru-baru ini, Peters juga tengah diselidiki oleh Florida Fish and Wildlife Conservation Commission setelah video viral menunjukkan dirinya menembak seekor buaya. Pada awal tahun ini, ia juga ditangkap karena tuduhan penganiayaan ringan setelah terlibat dalam perkelahian dua wanita dan memposting video insiden tersebut.
Bahaya Looksmaxxing bagi Remaja
Tren looksmaxxing tidak hanya mendorong praktik berbahaya, tetapi juga memanfaatkan kerentanan remaja yang mencari pengakuan melalui penampilan. Peters menjadi contoh nyata bagaimana tren ini dapat berujung pada kerusakan fisik dan mental yang parah.
Para ahli kesehatan mental menekankan pentingnya kesadaran akan bahaya tren ini, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap tekanan sosial.
Kesimpulan: Tren yang Mematikan
Kasus Peters menunjukkan bahwa looksmaxxing bukan sekadar tren yang tidak berbahaya, melainkan sebuah kultus kematian yang mendorong praktik ekstrem demi standar kecantikan yang tidak realistis. Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap dampak negatif tren ini.