Dalam episode terbaru The Illegal News dengan Sarah Longwell, mantan jaksa federal Andrew Weissmann membahas sejumlah isu krusial yang tengah memanas di Amerika Serikat. Mulai dari putusan Mahkamah Agung mengenai hak suara, perebutan pengaruh atas Jerome Powell dan Federal Reserve, hingga upaya penyelidikan kriminal yang didorong oleh sekutu-sekutu Donald Trump terhadap lawan politiknya.

Weissmann juga menyoroti meningkatnya kekhawatiran terhadap penyalahgunaan wewenang pengawasan FISA (Foreign Intelligence Surveillance Act). Ia menekankan bahwa kasus yang diajukan terhadap Southern Poverty Law Center (SPLC) oleh jaksa khusus Todd Blanche sudah gagal sejak awal (DOA). Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk otoritarianisme yang semakin mengkhawatirkan.

"Kasus ini tidak akan pernah berhasil dari awal. Ini adalah upaya untuk menakut-nakuti lawan politik dan menekan kebebasan berekspresi," ujar Weissmann.

Mengapa Kasus SPLC Kian Melemah?

Weissmann menjelaskan bahwa dasar hukum yang digunakan dalam kasus ini sangat lemah. SPLC dikenal sebagai organisasi yang mengadvokasi hak-hak sipil dan memantau kelompok-kelompok ekstremis. Upaya untuk menuntut organisasi ini dengan tuduhan tertentu dinilai tidak memiliki landasan kuat.

"Todd Blanche seolah-olah menembakkan tembakan kosong. Dia tidak memahami betapa rapuhnya dasar hukum yang dia gunakan," tambah Weissmann.

Perebutan Kekuasaan di Federal Reserve

Selain itu, Weissmann juga membahas ketegangan yang terjadi di Federal Reserve, khususnya terkait posisi Jerome Powell sebagai Ketua. Sekutu-sekutu Trump diduga berusaha untuk menekan Powell agar mengikuti kebijakan yang lebih menguntungkan secara politik.

"Ini bukan hanya tentang kebijakan ekonomi, tapi juga tentang independensi lembaga negara. Jika Federal Reserve tunduk pada tekanan politik, dampaknya akan sangat luas," kata Weissmann.

Upaya Penyelidikan terhadap Lawan Politik

Weissmann juga menyoroti tren yang semakin meningkat di mana sekutu-sekutu Trump mendorong penyelidikan kriminal terhadap lawan politik mereka. Hal ini dianggap sebagai bagian dari strategi untuk melemahkan oposisi dan mempertahankan kekuasaan.

"Ini adalah pola yang berbahaya. Jika dibiarkan, ini akan merusak demokrasi kita," tegasnya.

Tanggapan terhadap Putusan Mahkamah Agung

Putusan Mahkamah Agung mengenai hak suara juga menjadi sorotan. Weissmann menilai putusan tersebut dapat membuka jalan bagi perubahan besar dalam sistem pemilu, terutama menjelang pemilu pertengahan masa jabatan (midterm elections).

"Kita harus waspada. Perubahan dalam sistem pemilu dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu," katanya.

Peringatan tentang Penyalahgunaan FISA

Weissmann juga mengingatkan tentang meningkatnya kekhawatiran terhadap penyalahgunaan wewenang pengawasan FISA. Ia menekankan pentingnya pengawasan yang ketat untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah.

"FISA adalah alat yang sangat kuat. Jika disalahgunakan, ini dapat mengancam kebebasan sipil," ujarnya.

Rekomendasi Buku dan Acara

Dalam episode ini, Weissmann juga mempromosikan bukunya yang berjudul Liar’s Kingdom. Pembaca dapat menggunakan kode Liar15 untuk mendapatkan diskon 15% dan tanda tangan dari penulis. Penawaran ini berlaku hingga 19 Mei 2026. Buku Sarah Longwell, How to Eat an Elephant, juga akan segera dirilis pada bulan September.

Acara Bulwark Live di California juga diumumkan. Sarah Longwell dan timnya akan tampil di Southern California pada tanggal 20 dan 21 Mei. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di TheBulwark.com/Events.