Dalam wawancara dengan Nicolle Wallace di MS NOW, analis politik Tim Miller mengecam kunjungan Presiden Donald Trump ke China yang dinilai tidak produktif. Menurut Miller, Trump justru memuji Presiden China Xi Jinping tanpa membawa pulang kesepakatan konkret untuk mengakhiri perang di Iran.
"Kunjungan ini hanya menunjukkan betapa sia-sia upaya diplomasi Trump terhadap Iran. Ia keluar tanpa hasil, sementara ketegangan di Timur Tengah terus meningkat," ujar Miller.
Dana $1,7 Miliar untuk Sekutu Trump Memicu Kontroversi
Selain kegagalan diplomasi, Miller juga menyoroti proposal dana senilai $1,7 miliar yang dikaitkan dengan sekutu Trump dan tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa 6 Januari. Dana ini menimbulkan kecurigaan akan praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pengalihan dana publik kepada pihak-pihak kontroversial.
"Proposal ini sangat mencurigakan. Dana publik seharusnya tidak digunakan untuk mendukung individu atau kelompok yang memiliki rekam jejak meragukan," tegas Miller.
Reaksi terhadap Kunjungan Trump ke China
Kunjungan Trump ke China pada awal tahun ini menuai kritik luas karena dianggap tidak membawa manfaat nyata bagi Amerika Serikat. Banyak pengamat menilai pendekatan Trump terhadap China terlalu lunak, terutama dalam isu-isu perdagangan dan hak asasi manusia.
"Trump tampaknya lebih fokus pada pujian pribadi daripada pencapaian nyata. Ini adalah pola yang terus berulang dalam kebijakannya," kata seorang pengamat hubungan internasional.
Sementara itu, pemerintah China tetap bersikap hati-hati. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyatakan bahwa hubungan kedua negara harus didasarkan pada saling menghormati dan kerja sama yang adil.