Keputusan Pentagon Menuai Kemarahan GOP
Partai Republik di Amerika Serikat melayangkan protes keras terhadap pemerintahan mantan Presiden Donald Trump setelah Pentagon secara tiba-tiba menghentikan seluruh penempatan pasukan di Polandia, negara sekutu AS yang telah lama menjadi mitra militer Washington. Keputusan ini dinilai sebagai bagian dari kecenderungan Trump yang anti-Eropa dalam kebijakan pertahanan.
Langkah ini diambil hanya sebulan setelah Pentagon menarik 5.000 pasukan dari Jerman, menyusul kritik yang dilontarkan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, terkait perang di Iran. Kritik terhadap keputusan terbaru ini datang dari berbagai pihak, termasuk anggota Kongres dari Partai Republik dan Demokrat.
Representatif Don Bacon, anggota Komite Layanan Bersenjata, menyatakan:
"Ini adalah tamparan bagi Polandia, tamparan bagi teman-teman Baltik kami. Ini juga tamparan bagi komite ini. Saya mungkin tidak mewakili 100 persen anggota komite, tetapi saya yakin ini mewakili mayoritas besar kami. Kami tidak setuju."
Sementara itu, Mike Rogers, Ketua Komite Layanan Bersenjata, menambahkan:
"Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi di sini. Yang pasti, kami tidak senang dengan pembicaraan ini. Terutama karena tidak ada konsultasi resmi dengan kami."
Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Adam Smith, Ketua Demokrat di Komite Layanan Bersenjata:
"Satu-satunya jawaban yang saya dapat adalah, 'Itu yang diperintahkan kepada kami.' Baiklah, kenapa? Jika ada strategi di balik ini, seharusnya kalian tahu dan bisa menjelaskannya kepada kami."
Polandia merupakan satu-satunya negara Eropa yang secara tegas menginginkan kehadiran militer AS di wilayahnya. Keputusan Pentagon ini dianggap merugikan posisi Polandia sebagai sekutu strategis AS di Eropa Timur.
Meskipun Pentagon menyebut keputusan ini "bukan keputusan mendadak atau terakhir," namun para anggota Kongres tetap mempertanyakan alasan di balik langkah tersebut. Kritik juga menyoroti kurangnya transparansi dan konsultasi dengan kongres sebelum keputusan diambil.