Kenyon Sadiq, calon tight end yang dipilih Jets sebagai pilihan ke-16 secara keseluruhan di draft NFL 2025, mengaku sempat ragu saat menerima panggilan dari kepala pelatih Aaron Glenn. Ia mengira itu hanya lelucon, layaknya prank call yang menimpa Shedeur Sanders beberapa waktu lalu.
Dalam video yang dibagikan Jets, Sadiq terdengar berkata kepada Glenn, "Itu adalah ketakutan terbesar saya, setelah apa yang terjadi dengan Shedeur dan semua hal yang menyertainya." Ia menambahkan, "Momen ini begitu emosional. Bayangkan jika saya menerima panggilan bohong di saat seperti ini. Tapi, syukurlah, semuanya nyata dan luar biasa."
Sadiq menjelaskan bahwa keraguan itu muncul sebelum dirinya benar-benar yakin. "Saat berbicara dengan para pelatih dan manajemen, barulah saya sadar: ini bukan lelucon, ini nyata. Saya sangat senang," ujarnya dalam konferensi pers pada Sabtu.
Prank Call yang Menghantui Draft 2025
Shedeur Sanders sebelumnya menjadi korban prank call saat draft. Seorang anak dari koordinator pertahanan Falcons, Jeff Ulbrich, berpura-pura sebagai tim yang akan memilih Sanders. Pada akhirnya, Sanders justru dipilih oleh Browns di babak kelima. Akibat insiden tersebut, Falcons dan Ulbrich dikenai denda karena tidak mengamankan nomor telepon Sanders.
Menurut ProFootballTalk (PFT), NFL telah memperketat distribusi data kontak pemain tahun ini. Namun, Sadiq tetap waspada sebelum benar-benar merayakan pencapaiannya masuk ke NFL.
Momen yang Tak Terlupakan
Bagi Sadiq, momen menerima panggilan dari Jets bukan sekadar kabar gembira, melainkan pengalaman yang penuh emosi. "Saat mendengar suara Glenn di telepon, saya langsung tahu ini bukan lelucon. Itu adalah momen yang sangat berharga," katanya.
Pilihan Jets terhadap Sadiq di posisi ke-16 secara keseluruhan menjadi bukti bahwa kerja keras dan persiapan yang matang membuahkan hasil. "Saya sangat bersyukur bisa berada di sini. Ini adalah awal yang luar biasa," pungkasnya.