Aktris ternama Lucy Liu membagikan pengalaman pahitnya saat mengalami salah diagnosis kanker payudara pada usia 22 tahun. Kejadian tersebut memaksanya menjalani operasi yang ternyata tidak diperlukan karena benjolan di payudaranya bukan bersifat kanker.

Pengalaman itu menjadi titik balik bagi Liu untuk lebih memahami pentingnya mengadvokasi diri sendiri, terutama dalam hal kesehatan. "Saya belajar banyak tentang diri saya, dan itu menjadi awal bagi saya untuk lebih berani menyuarakan kebutuhan kesehatan saya," ujarnya kepada Healthline.

Liu mengaku saat itu tidak mengetahui adanya pilihan pemeriksaan seperti mammogram atau ultrasound. "Saya hanya pergi ke dokter dan langsung menjadwalkan operasi tanpa mencari tahu lebih lanjut," katanya.

Pentingnya Pendapat Kedua dari Dokter

Pengalaman Liu menekankan betapa krusialnya mencari pendapat kedua, terutama untuk diagnosis penyakit serius seperti kanker. Dr. Mikkael Sekeres, kepala hematologi di Sylvester Comprehensive Cancer Center, Universitas Miami, menegaskan hal ini.

"Kanker adalah diagnosis serius yang terkadang sulit didiagnosis. Bahkan, studi kami menemukan bahwa 20% diagnosis salah terjadi, dan 10% pasien menerima pengobatan yang salah karena diagnosis yang keliru. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari pendapat kedua," jelas Sekeres.

Ia juga menyebutkan bahwa pemeriksaan kanker kini semakin akurat dan minim invasif. "Pemeriksaan skrining dapat mendeteksi kanker sebelum gejala muncul, bahkan sebelum Anda atau dokter menyadarinya," tambahnya.

Data Pemeriksaan Kanker yang Menyelamatkan Jiwa

Liu kini aktif dalam kampanye Every Breakthrough Matters milik Pfizer untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan kanker. "Satu dari tiga orang akan didiagnosis kanker dalam hidupnya. Ini alasan cukup bagi kita untuk lebih peduli dan rutin melakukan pemeriksaan tahunan," tegasnya.

Data dari 1975 hingga 2020 menunjukkan bahwa program skrining telah menyelamatkan lebih dari 1,3 juta nyawa di AS. Rinciannya meliputi:

  • Mammogram: Mengurangi kematian akibat kanker payudara hingga 260.000 wanita
  • Tes PSA: Mengurangi kematian akibat kanker prostat hingga 200.000 pria
  • Pap smear: Mengurangi kematian akibat kanker serviks hingga 160.000 wanita
  • Kolonoskopi: Mengurangi kematian akibat kanker kolorektal hingga 740.000 orang

Liu berharap pengalamannya dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan, terutama dengan rutin melakukan pemeriksaan dan tidak ragu mencari pendapat kedua dari dokter.

Sumber: Healthline