Perusahaan pencahayaan pintar Nanoleaf saat ini tengah mengalami masa tenang yang tidak biasa. Sementara kompetitor seperti Govee dan Philips Hue terus meluncurkan produk dan fitur inovatif dengan cepat, Nanoleaf hanya merilis sedikit produk pencahayaan pintar dalam dua tahun terakhir.
Alasannya jelas: perusahaan ini tengah menjalani evolusi merek yang berfokus pada kesehatan, robotika, dan tentunya kecerdasan buatan (AI).
"Rumah pintar saat ini terasa membosankan," ujar Gimmy Chu, CEO dan salah satu pendiri Nanoleaf, yang kini tidak ingin perusahaan ini disebut sebagai perusahaan pencahayaan pintar semata. "Merek kami perlu berevolusi untuk memasukkan beberapa elemen yang lebih menarik."
Dalam pengumuman terbarunya, Nanoleaf mengungkapkan tiga produk baru yang menandai langkah besarnya keluar dari ranah pencahayaan pintar tradisional. Ketiga inovasi tersebut mencakup:
- Robot pintar yang dirancang untuk membantu tugas-tugas rumah tangga dengan dukungan AI.
- Sistem terapi cahaya merah untuk kesehatan dan kesejahteraan, memanfaatkan teknologi pencahayaan yang telah dikenal perusahaan.
- Perangkat AI terwujud yang terintegrasi dengan ekosistem rumah pintar untuk pengalaman yang lebih personal dan otomatis.
Langkah ini menunjukkan ambisi Nanoleaf untuk tidak hanya menjadi pemain utama di bidang pencahayaan pintar, tetapi juga sebagai inovator dalam teknologi rumah pintar yang lebih luas. Dengan fokus pada AI dan robotika, perusahaan ini berusaha menciptakan pengalaman yang lebih cerdas dan terhubung bagi penggunanya.
"Kami tidak lagi sekadar perusahaan pencahayaan. Kami sedang membangun masa depan di mana teknologi membantu meningkatkan kualitas hidup," tambah Chu.
Meskipun masih sedikit detail yang dirilis mengenai ketiga produk tersebut, Nanoleaf menegaskan bahwa inovasi ini akan segera hadir di pasaran. Perusahaan ini berharap langkah ini dapat mengembalikan posisinya sebagai pemimpin dalam industri teknologi rumah pintar.