Netflix tengah merajai layar dengan jenis film orisinal yang sangat spesifik: blockbuster dewasa berrating R. Dimulai dari thriller Ben Affleck/Matt Damon berjudul The Rip (Januari), dilanjutkan dengan film aksi War Machine karya Alan Ritchson (6 Maret), film hiu Thrash (10 April), hingga yang terbaru, film aksi-thriller Apex yang dibintangi Charlize Theron dan Taron Edgerton (24 April). Keempat film ini berhasil mencetak angka penonton yang luar biasa.
Setiap film tersebut menduduki peringkat 10 besar di setidaknya 92 dari 93 negara tempat Netflix beroperasi. Secara keseluruhan, keempat film ini pernah menempati posisi nomor satu secara global selama setengah tahun terakhir. War Machine bahkan berhasil debut di peringkat satu daftar film berbahasa Inggris, bertahan selama dua minggu, dan menghabiskan delapan minggu berturut-turut di peringkat 10 besar dengan total 128,4 juta penonton selama periode tersebut.
Lebih dari sekadar pencapaian angka penonton, Netflix tampaknya menghidupkan kembali genre yang hampir punah di Hollywood: blockbuster dewasa berrating R. Ini bukan kebetulan. Sementara studio-studio besar di Hollywood semakin meninggalkan film blockbuster untuk dewasa, Netflix justru dengan sengaja mengisi kekosongan tersebut. Dan kini, dengan empat film sukses di tahun 2026, strategi ini terbukti ampuh karena para pelanggan Netflix berbondong-bondong menonton film-film yang selama ini jarang diproduksi lagi.
Dulu, film dewasa dengan bintang besar, tema mendalam, dan konten dewasa bisa dengan mudah mendominasi box office. Film seperti Lethal Weapon, Die Hard, dan True Lies pernah menjadi raja di bioskop. Namun kini, menonton blockbuster berrating R di bioskop hampir punah karena studio-studio lebih memilih film dengan daya tarik luas, seperti film keluarga.
"Dulu, Anda bisa dengan mudah menemukan film dewasa dengan bintang besar dan konten dewasa di bioskop. Kini, itu hampir tidak ada lagi."
Film-film terbesar tahun ini justru didominasi oleh film animasi untuk semua usia, seperti The Super Mario Galaxy Movie ($897 juta di seluruh dunia) dan Hoppers karya Pixar ($371 juta). Selain itu, ada juga film live-action berrating PG-13 yang laris, seperti Project Hail Mary ($638 juta) dan Michael ($430 juta). Sementara itu, film berrating R yang sukses di bioskop kini hanya terbatas pada film horor (Scream 7 meraup $207 juta) atau adaptasi novel dewasa yang diproduksi dengan biaya rendah agar tidak perlu disensor untuk pasar luas (Wuthering Heights meraih $241 juta, The Housemaid $399 juta). Kadang-kadang, ada juga film superhero berrating R yang laris, seperti Deadpool Wolverine atau Joker.
Namun, di Netflix, setiap minggu di tahun 2026 selalu ada setidaknya satu film aksi atau thriller dewasa di peringkat 10 besar film berbahasa Inggris. Menurut metrik internal Netflix, para penonton tidak hanya datang untuk satu film, tetapi untuk seluruh koleksi. Mayoritas rumah tangga yang menonton Thrash atau Apex diketahui juga telah menonton The Rip atau War Machine, demikian kata sumber internal Netflix kepada TheWrap.
Strategi ini berhasil berkat dua pendekatan: memproduksi film-film tersebut secara mandiri dan tetap terbuka terhadap kerja sama dengan pihak lain yang mencari rumah baru untuk proyek-proyek yang terlantar. Ini adalah keputusan sadar untuk mengisi celah yang ditinggalkan Hollywood.