Tony Dokoupil mungkin sudah jarang diingat atau diperbincangkan akhir-akhir ini. Namun, kinerjanya sebagai pembawa acara CBS Evening News tengah menjadi sorotan. Rating program tersebut kini berada jauh di bawah pesaingnya, ABC dan NBC, bahkan sempat menembus di bawah 4 juta penonton per malam.
Namun, angka rating bukanlah satu-satunya indikator kinerja Dokoupil. Kualitasnya sebagai presenter juga menuai kritik tajam. Banyak yang menilai arahannya lemah, dan hal itu tampak jelas—termasuk bagi rekan-rekannya sendiri.
Pada Kamis (12/9), Vanity Fair menerbitkan artikel yang memuat pernyataan keras mengenai masa awal Dokoupil bekerja di bawah Bari Weiss. Artikel tersebut mengungkapkan alasan di balik kesulitan awalnya menjalani peran sebagai pembawa acara utama.
Salah satu momen paling memalukan terjadi saat Dokoupil melakukan kesalahan fatal dalam siaran langsung pertamanya. Ia terlihat kesulitan membaca naskah karena Weiss, yang saat itu menjabat sebagai pemimpin redaksi CBS News, melakukan perubahan pada naskah untuk memberikan kesan lebih baik terhadap Donald Trump. Sayangnya, perubahan tersebut dimasukkan dua kali ke dalam teleprompter, menyebabkan Dokoupil kebingungan dan terlihat gagap selama beberapa detik yang terasa sangat lama. Seperti yang ditulis oleh Aidan McLaughlin dalam artikel tersebut.
Informasi dalam artikel Vanity Fair berasal dari sekitar 20 sumber, sebagian di antaranya adalah staf CBS yang memilih untuk tetap anonim. Seperti yang bisa ditebak, wawancara Dokoupil dengan penulis ternama Ta-Nehisi Coates pada 2024 menjadi titik perhatian Weiss. Dokoupil dilaporkan keluar dari naskah yang telah disiapkan selama wawancara tersebut. Ketika Weiss ditunjuk sebagai pemimpin redaksi CBS News, Dokoupil menjadi pilihan utamanya sebagai pembawa acara—bukan karena kualitasnya, melainkan karena tidak ada kandidat lain yang bersedia mengambil peran tersebut.
Kisah ini semakin memperkuat citra Dokoupil sebagai sosok yang kontroversial dan penuh tantangan dalam dunia jurnalisme televisi.