Dua peristiwa besar akan menandai akhir pekan dan awal minggu depan dalam siklus kontrak buruh Hollywood. Pada Jumat (10/5), Writers Guild of America (WGA) mengumumkan hasil pemungutan suara ratifikasi anggota untuk kontrak barunya. Sementara itu, Senin (12/5), Alliance of Motion Picture and Television Producers (AMPTP) akan melanjutkan perundingan kontrak dengan SAG-AFTRA, yang sempat tertunda lebih dari sebulan.

Perundingan ini semula diperkirakan baru akan dimulai pada akhir Mei atau awal Juni, mengingat siklus kontrak WGA dan AMPTP yang panjang serta rencana pembahasan kontrak dengan Directors Guild of America (DGA) yang dijadwalkan mulai 11 Mei. Namun, jendela perundingan terbuka lebih cepat setelah WGA mencapai kesepakatan dengan AMPTP pada 4 April lalu—hanya dalam tiga minggu masa negosiasi.

Perubahan drastis ini tidak hanya berbeda dari perundingan gagal April 2023 yang memicu pemogokan, tetapi juga dari siklus kontrak sebelumnya yang memakan waktu lebih lama untuk menyelesaikan kebuntuan. Meskipun dorongan utama berasal dari kebutuhan mendesak WGA untuk mengisi dana kesehatan yang menipis—tercatat 1.319 pekerjaan penulisan televisi hilang dari 2023 hingga 2024—para pihak juga menerapkan pendekatan konstruktif yang lebih terbuka.

Greg Hessinger, Presiden AMPTP yang baru dilantik pada Maret 2025, memainkan peran kunci dalam perubahan ini. Hessinger, mantan Direktur Eksekutif SAG dan ahli hubungan industrial CBS, mengirimkan sinyal positif dengan mengajukan proposal awal yang mencakup peningkatan kontribusi studio ke dana kesehatan sebesar $321 juta—jauh di atas $66 juta yang disepakati pada 2017. Angka ini dianggap sebagai upaya untuk menunjukkan niat baik studio dalam bernegosiasi.

Harapan AMPTP adalah WGA akan merespons dengan sikap serupa, terutama dalam hal permintaan utama studio: perpanjangan masa kontrak dari tiga tahun menjadi lebih lama. Meskipun masa kontrak tiga tahun telah menjadi standar selama hampir satu abad, studio ingin menjamin stabilitas jangka panjang.

Menurut Danielle Sanchez-Witzel, salah satu ketua komite negosiasi WGA, AMPTP menunjukkan kesediaan yang lebih besar untuk membahas isu-isu inti secara langsung dibandingkan siklus sebelumnya. Meskipun tidak banyak mengomentari Hessinger secara langsung, ia menekankan bahwa dinamika negosiasi kali ini terasa lebih produktif sejak awal.

Perubahan ini juga menyoroti peran kebijakan AI dalam negosiasi. Meskipun tidak menjadi satu-satunya faktor, penggunaan AI dalam produksi konten menjadi salah satu topik utama yang memengaruhi kesepakatan. WGA berhasil menetapkan batasan penggunaan AI dalam penulisan skrip, sementara studio berupaya memastikan fleksibilitas dalam pemanfaatan teknologi.

Dengan kesepakatan WGA-AMPTP yang cepat ini, perhatian kini beralih ke perundingan SAG-AFTRA. Apakah mereka akan mengikuti pola yang sama dengan WGA? Para pengamat industri memperkirakan SAG-AFTRA mungkin akan menuntut kesepakatan serupa, terutama terkait dana kesehatan dan perlindungan pekerjaan di tengah ancaman otomatisasi dan penggunaan AI.

Sumber: The Wrap