Penipuan Deepfake Meningkat di TikTok
Perusahaan keamanan siber Copyleaks mengungkapkan bahwa penipu menggunakan video deepfake selebritas ternama seperti Taylor Swift dan Rihanna untuk mempromosikan layanan tidak resmi di TikTok. Modus ini semakin marak dan mengancam pengguna platform.
Modus Operandi Penipu
Iklan palsu tersebut biasanya menampilkan selebritas dalam suasana wawancara, seperti di acara merah (red carpet), podcast, atau talk show. Video ini dibuat dengan memanipulasi rekaman asli menggunakan teknologi AI, sehingga terlihat sangat meyakinkan. Banyak iklan mempromosikan program hadiah yang mengklaim pengguna dapat memperoleh uang hanya dengan menonton konten TikTok dan memberikan umpan balik.
Beberapa iklan bahkan menggunakan branding resmi TikTok untuk menambah kredibilitas. Namun, setelah diklik, pengguna akan diarahkan ke layanan pihak ketiga yang meminta data pribadi, seperti nama, alamat email, atau informasi keuangan.
Contoh Kasus yang Ditemukan
Dalam salah satu iklan, avatar AI yang menyerupai Taylor Swift mendesak pengguna untuk mendaftar dalam program hadiah palsu. Video tersebut terlihat sangat realistis, sehingga banyak pengguna yang tertipu dan akhirnya memberikan informasi sensitif.
TikTok Berupaya Menghentikan Penipuan
Meskipun TikTok telah berupaya untuk menghapus konten palsu, penipu terus beradaptasi dengan teknik baru. Perusahaan ini menyatakan telah meningkatkan sistem deteksi untuk mengidentifikasi dan menghapus video deepfake yang berpotensi berbahaya. Namun, pengguna tetap disarankan untuk waspada terhadap konten mencurigakan.
Tips untuk Menghindari Penipuan Deepfake
- Periksa sumber konten: Pastikan video berasal dari akun resmi atau platform terpercaya.
- Waspadai tawaran tidak realistis: Program hadiah yang menjanjikan keuntungan besar tanpa usaha nyata patut dicurigai.
- Jangan bagikan data pribadi: Hindari memberikan informasi sensitif kepada situs atau layanan yang tidak dikenal.
- Gunakan fitur pelaporan: Jika menemukan konten mencurigakan, segera laporkan kepada TikTok.
"Pengguna harus lebih kritis terhadap konten yang mereka temui di media sosial. Deepfake semakin sulit dibedakan, sehingga kewaspadaan adalah kunci untuk menghindari penipuan," kata perwakilan Copyleaks.
Tanggapan TikTok
TikTok telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka secara aktif memantau dan menghapus konten palsu yang melanggar kebijakan platform. Perusahaan juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk meningkatkan sistem deteksi AI guna melawan penipuan semacam ini.