Zach Galifianakis, komedian terkenal dengan gaya humor canggungnya, dikenal lewat acara parodi wawancara selebriti Between Two Ferns. Namun, dalam wawancara terbaru di podcast Good One, ia mengungkapkan bahwa salah satu tamunya hampir membuatnya menghentikan sesi wawancara secara paksa.

Dalam percakapan tersebut, aktor yang juga bintang film The Hangover ini mengaku sempat khawatir Sean Penn—aktor pemenang Oscar—akan benar-benar memukulnya. Ia pun memutuskan untuk menghentikan rekaman pada 2010.

"Saya pernah mewawancarai seseorang dan merasa mereka benar-benar marah kepada saya. Saya bilang ke sutradara, 'Kita selesai.' Saya bukan orang yang suka konfrontasi, dan mereka bilang, 'Tapi Anda belum mendapatkan apa-apa.' Saya jawab, 'Tapi kita sudah cukup.' Saya pikir seseorang akan memukul saya," ujar Galifianakis.

Ternyata, tamu yang dimaksud adalah Sean Penn, yang dikenal dengan sikapnya yang keras terhadap humor canggung Galifianakis. Dalam episode tersebut, wawancara hanya berlangsung kurang dari empat menit, jauh dari format cepat yang biasa ditampilkan di acara ini.

Penn terlihat enggan menjawab pertanyaan dan lebih banyak bersikap dingin. Pada satu momen, Galifianakis—yang saat itu memerankan saudara kembarnya, Seth—mengungkapkan kekecewaannya setelah Penn menolak ide filmnya tentang seekor anjing pug yang mengemudikan taksi. Penn pun mengancam akan memukulnya.

"Biarkan saya katakan sesuatu. Orang kampung ini tidak mudah takut. Saya akan ikuti Anda pulang malam ini," kata Galifianakis.

"Saya akan hancurkan wajahmu di kursimu," balas Penn dengan datar.

Setelah ancaman tersebut, episode segera berakhir. Scott Aukerman, produser Between Two Ferns, juga mengakui bahwa Penn adalah tamu yang sulit dihadapi.

"Sean Penn, itu salah satu episode yang sangat tidak nyaman. Ketika dia mengancam akan memukul Zach, suasana studio benar-benar tegang. Saya belum pernah bertemu lagi dengan Sean Penn sejak saat itu, dan jujur saja, saya takut untuk bertemu dengannya lagi," kata Aukerman kepada Vulture.

Galifianakis membagikan pengalaman ini dalam wawancara lengkap di podcast Good One. Ia juga menekankan bahwa ia bukan tipe orang yang suka konfrontasi fisik, sehingga keputusan untuk menghentikan sesi tersebut adalah langkah tepat.

Sumber: The Wrap