Setiap tahun, organisasi nonprofit bernama Partnership for Public Service menyelenggarakan acara penghargaan bagi aparatur sipil negara (ASN) berprestasi. Penghargaan yang disebut Sammies—diberi nama untuk menghormati Samuel J. Heyman (1939–2009), seorang pengusaha atap dan filantropis—selalu mendapat dukungan dari kedua kubu politik.

Pada perhelatan terbaru tanggal 6 Mei, mantan Presiden George W. Bush dan Joe Biden bahkan turut memberikan sambutan melalui video. Namun, pemerintahan Trump justru menganggap ASN berprestasi sebagai ancaman. Tahun lalu, Dave Lebryk—mantan Sekretaris Keuangan yang meraih penghargaan tertinggi Sammies—diberhentikan karena menolak memberikan akses sistem pembayaran pemerintah kepada Departemen Efisiensi Pemerintah pimpinan Elon Musk. Keputusan itulah yang membuatnya layak menerima Sammies.

Tindakan Trump tak berhenti di sana. Pada 2024, pemerintahannya telah memecat atau memaksa 317.000 ASN keluar, dan tahun ini berencana mereklasifikasi 50.000 ASN sebagai karyawan kontrak tanpa perlindungan layanan sipil. Direktur Anggaran Gedung Putih, Russell Vought—yang juga dikenal dengan proyek Project 2025—pernah menyatakan dalam pidato 2024, “Kami ingin para birokrat merasa trauma. Saat mereka bangun pagi, kami ingin mereka enggan bekerja karena semakin dianggap sebagai penjahat.”

Tekanan ini berdampak nyata pada acara Sammies tahun ini. Menurut Meryl Kornfield dari The Washington Post, partisipasi instansi pemerintah dalam nominasi anjlok drastis. Pada 2024, 70 instansi mengajukan sekitar 500 nominasi. Tahun ini, hanya 39 instansi yang mengajukan sekitar 140 nominasi. Beberapa menteri bahkan secara tegas menolak berpartisipasi, sementara yang lain melakukannya secara diam-diam.

Max Stier, CEO Partnership for Public Service, mengungkapkan kepada The New York Times, “Ada rasa takut untuk menominasikan siapa pun, rasa takut untuk menerima penghargaan, serta budaya ketakutan dan moral yang sangat rendah.” Tahun lalu, 19 Sammies diberikan. Tahun ini, hanya empat.

Penurunan ini tak hanya disebabkan oleh ketakutan. Jumlah ASN yang tersedia juga berkurang drastis. Meskipun ukuran sebenarnya kecil—hanya sekitar 2,1 juta orang—jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan 50 tahun lalu. Sebagian besar pengurangan berasal dari Departemen Pertahanan pasca-Perang Dingin. Meskipun demikian, tiga instansi pertahanan—Departemen Pertahanan, Departemen Urusan Veteran, dan ...