Montreal Canadiens berhasil mencatatkan sejarah dalam pertandingan Game 7 melawan Tampa Bay Lightning pada Minggu malam. Mereka menang dengan skor tipis 2-1, meski hanya mampu melakukan delapan tembakan tepat sasaran—jumlah terendah dalam sejarah playoff Piala Stanley.

Kemenangan ini menjadi kejutan besar karena Canadiens sepenuhnya didominasi oleh Lightning dalam hampir semua aspek permainan. Hanya saja, satu gol kontroversial mengubah segalanya. Gol penentu dicetak oleh Alex Newhook pada menit ke-8:53 pertandingan. Saat itu, Newhook melakukan sapuan darurat terhadap puck yang melayang tiga kaki di atas permukaan es, dari posisi tiga kaki di belakang garis gawang. Puck tersebut mengenai kaki kanan kiper Tampa Bay, Andrei Vasilevskiy, lalu mengenai sepatunya, sebelum akhirnya masuk ke gawang.

Secara resmi, gol tersebut dihitung sebagai tembakan kedelapan Canadiens yang tepat sasaran. Namun, secara teknis, tembakan tersebut lebih mirip dengan pukulan acak yang tidak memiliki peluang untuk mencetak gol—setidaknya menurut enam alasan berbeda. Namun, dalam dunia olahraga, kadang kala ada alasan ketujuh yang tak terduga. Kali ini, alasan itu berhasil membawa Canadiens memenangkan seri yang seharusnya masih berlanjut hingga hari ini.

Lihat momen kontroversial gol Newhook:

"Ini adalah contoh sempurna bagaimana olahraga dapat bekerja di luar semua bukti yang ada. Kadang-kadang, keberuntungan dan ketidakpastianlah yang menentukan hasil akhir."

Kemenangan ini tidak hanya mengejutkan karena catatan tembakan yang minim, tetapi juga karena cara gol tercipta. Tanpa gol kontroversial tersebut, seri ini kemungkinan besar akan terus berlanjut, memberikan Lightning kesempatan untuk membuktikan dominasi mereka lebih jauh.

Bagi Canadiens, ini adalah bukti bahwa dalam olahraga, segala sesuatu mungkin terjadi—bahkan ketika semua bukti menunjukkan sebaliknya.

Sumber: Defector