DaVinci Resolve 21 Hadir dengan Fitur Foto RAW

Blackmagic Design, produsen perangkat lunak profesional untuk pengeditan video, kini meluncurkan DaVinci Resolve 21 dalam versi beta. Versi terbaru ini membawa fitur pengolahan foto RAW yang sebelumnya tidak dimiliki, sehingga menantang dominasi Adobe Lightroom di kalangan pengguna kasual.

Sejak awal, DaVinci Resolve dikenal sebagai perangkat lunak color grading video kelas profesional. Namun, dengan hadirnya halaman Photo baru, pengguna kini dapat mengimpor dan mengedit foto RAW menggunakan alat pengeditan warna yang sama. Fitur ini bahkan dilengkapi dengan VFX dan AI yang tidak ditemukan di Lightroom.

Apakah Bisa Menggantikan Lightroom?

Setelah mencoba versi beta, banyak pengguna bertanya-tanya apakah mereka bisa beralih dari Lightroom ke DaVinci Resolve. Bagi editor yang lebih fokus pada video, transisi ini mungkin terasa lebih mudah. Namun, bagi fotografer yang sudah terbiasa dengan Lightroom, perubahan ini mungkin terasa sulit—setidaknya untuk saat ini.

Steve Dent dari Engadget menyatakan, "Saya sempat berpikir untuk membatalkan langganan Adobe Photography seharga $20 per bulan setelah mencoba fitur foto di DaVinci Resolve 21. Namun, bagi fotografer profesional yang sudah terbiasa dengan Lightroom, perubahan ini mungkin terasa kurang nyaman."

Fitur Unggulan DaVinci Resolve 21 untuk Foto

Berikut beberapa fitur baru yang ditawarkan DaVinci Resolve 21 untuk pengolahan foto:

  • Dukungan RAW dari berbagai merek kamera: Canon, Fujifilm, Nikon, Sony, dan merek lainnya. Blackmagic berjanji untuk terus memperbarui dukungan RAW untuk kamera baru segera setelah dirilis.
  • Manajemen file yang lebih sederhana: Proses impor foto ke dalam Projects (setara dengan Catalogs di Lightroom) terasa lebih intuitif. Pengguna dapat menyeret dan melepas foto atau folder ke dalam media pool, serta mengimpor katalog Lightroom secara langsung.
  • AI IntelliSearch: Fitur pencarian berbasis AI yang memungkinkan pengguna menemukan foto berdasarkan konten, seperti "kucing" atau "menari".
  • Albums: Mirip dengan Collections di Lightroom, fitur ini memungkinkan pengguna mengelompokkan foto ke dalam album yang dapat diedit di halaman Color dan Edit.
  • Pengeditan dasar hingga lanjutan: Pengguna dapat melakukan penyesuaian eksposur, sorotan, bayangan, serta pemotongan dan pengubahan ukuran gambar secara manual atau otomatis.

Keterbatasan yang Perlu Diperhatikan

Meskipun menawarkan banyak fitur menarik, versi beta DaVinci Resolve 21 masih memiliki beberapa bug dan keterbatasan:

  • Versi beta masih dalam tahap pengembangan, sehingga stabilitasnya belum optimal.
  • Beberapa fitur canggih, seperti AI IntelliSearch, hanya tersedia di versi berbayar DaVinci Resolve Studio ($295, dengan pembaruan seumur hidup).
  • Pengguna yang sudah terbiasa dengan antarmuka Lightroom mungkin memerlukan waktu untuk beradaptasi.

Kesimpulan: Apakah Layak Beralih?

DaVinci Resolve 21 menawarkan alternatif menarik bagi pengguna yang mencari perangkat lunak pengolahan foto dengan fitur color grading profesional dan integrasi video. Namun, bagi fotografer yang sudah sangat bergantung pada Lightroom, transisi ini mungkin memerlukan penyesuaian lebih lanjut.

Jika Anda adalah pengguna kasual atau editor video yang juga mengolah foto, DaVinci Resolve 21 bisa menjadi pilihan yang layak untuk dicoba. Bagi yang ingin menunggu stabilitas penuh, versi beta ini tetap layak dieksplorasi untuk melihat perkembangan selanjutnya.

Sumber: Engadget