Demokrat Memimpin di Distrik Kompetitif

Laporan terbaru dari Cook Political Report menunjukkan angin segar bagi Demokrat menjelang pemilu parlemen AS. Dalam 36 distrik kompetitif yang berpotensi menentukan kendali DPR, Demokrat unggul 6 poin dalam survei suara umum kongres, dengan perolehan 50% berbanding 44% untuk lawan mereka.

Menurut laporan tersebut, para pemilih di distrik-distrik ini merasa sangat frustrasi terhadap Trump. Mereka bersedia mengesampingkan ketidaksukaan terhadap Demokrat demi menghambat presiden saat ini. "Partai perlawanan sebaiknya berhenti mencoba memperbaiki reputasi yang rusak dan justru memanfaatkan momentum ini," tulis para analis.

Trump Klaim Kecurangan Pemilu di Virginia Tanpa Bukti

Presiden AS Donald Trump kembali mengklaim adanya kecurangan dalam pemilu, kali ini di Virginia. Dalam unggahan di media sosial, ia menulis:

"PEMILU CURANG TERJADI MALAM KEMARIN DI VIRGINIA! Seluruh hari, Republik menang dengan semangat luar biasa, hingga akhirnya ada 'pengiriman surat suara massal'—di mana lagi aku pernah mendengar ini? Demokrat lagi-lagi mencuri kemenangan!"

Klaim Trump ini dianggap sangat tidak masuk akal, bahkan dalam daftar panjang klaim kecurangan palsunya. Ia menuding pemilu di Virginia curang karena kabupaten dengan jumlah suara terbanyak memerlukan waktu lebih lama untuk menghitung suara. Padahal, hasil pemilu diumumkan dalam waktu dua jam setelah pemungutan suara ditutup.

Tidak Ada Bukti Kecurangan dari Pihak Republik

Meski Trump bersikeras, tidak ada satu pun pejabat atau relawan Republik di tingkat lokal yang mendukung klaimnya. Ketua Partai Republik Kabupaten Fairfax, Katie Gorka—istri dari figur Trump Stephen Gorka—hanya mengkritik kemenangan Demokrat tanpa menyebutkan kecurangan. Saat dihubungi untuk klarifikasi, ia tidak membalas permintaan wawancara.

Seorang relawan di kantor Partai Republik Kabupaten Fairfax, Bob Hoyler, bahkan menyatakan tidak mengetahui adanya kecurangan. "Kami tidak mendengar apa pun tentang itu," ujarnya. Ia menambahkan, "Mereka jarang memberi tahu kami apa pun."

Klaim Trump Diabaikan oleh Partai Republik Nasional

Baik Gedung Putih maupun Komite Nasional Partai Republik (RNC) enggan mendukung klaim Trump. Ketika ditanyakan mengenai bukti kecurangan, tidak ada jawaban yang diberikan. Klaim Trump kali ini hanya berisi asumsi tanpa dasar yang jelas.

Klaim kecurangan pemilu oleh Trump telah menjadi pola yang berulang sejak pemilu 2020. Namun, setiap kali klaim tersebut terbukti tidak berdasar dan hanya mengandalkan narasi tanpa bukti.