Dokumenter 'The Six Billion Dollar Man' dan Perjuangan Julian Assange
Dalam sebuah diskusi publik yang digelar Rabu (11/9), pembuat film dokumenter Eugene Jarecki dan mantan CEO Twitter Jack Dorsey menyoroti film terbaru Jarecki, The Six Billion Dollar Man, yang mengupas kehidupan dan perjuangan Julian Assange. Film ini, yang telah tayang perdana di Festival Film Cannes dan meraih apresiasi di berbagai festival internasional, ternyata ditolak oleh mayoritas platform streaming besar.
Dorsey: Bitcoin sebagai Jaringan Tanpa Penjaga
Jarecki mengungkapkan bahwa ia awalnya mencari dana dari Dorsey untuk membantu distribusi filmnya. Namun, Dorsey justru melihat peluang yang lebih besar dari sekadar donasi. Menurutnya, komunitas Bitcoin mewakili prinsip-prinsip yang sama dengan yang diperjuangkan Assange: kebebasan informasi tanpa sensor.
"Bitcoin adalah protokol terbuka untuk transfer uang," kata Dorsey. "Jaringan ini melewati para penjaga seperti Visa, Mastercard, dan bank." Ia menekankan bahwa komunitas Bitcoin memandang Assange sebagai pahlawan, sosok yang memperjuangkan kebebasan informasi—nilai yang juga menjadi fondasi awal internet.
WikiLeaks dan Bitcoin: Bukti Konsep pada 2011
Dorsey menunjuk tahun 2011 sebagai momen krusial dalam sejarah Bitcoin. Ketika lembaga keuangan memblokir donasi ke WikiLeaks atas tekanan pemerintah AS, Bitcoin hadir sebagai satu-satunya jalur pembayaran yang tidak dapat diblokir. Ia menyebut keputusan WikiLeaks untuk menggunakan Bitcoin sebagai salah satu momen paling signifikan dalam sejarah protokol ini—bukan karena direncanakan, melainkan karena menunjukkan penggunaan nyata di bawah tekanan negara.
Assange, Satoshi, dan Warisan Tanpa Pendiri
Dorsey juga menarik benang merah antara Assange dan Satoshi Nakamoto, pencipta anonim Bitcoin. Ia berargumen bahwa yang terpenting dari Bitcoin adalah keputusan Satoshi untuk mundur, sehingga menciptakan jaringan yang tidak memiliki figur sentral. Hal ini membuat Bitcoin tahan terhadap tekanan pemerintah atau lembaga yang dapat memengaruhi proyek jika terdapat satu tokoh sentral.
Ia menempatkan Assange dan Edward Snowden dalam kategori yang sama: individu-individu yang mempercayai teknologi, mengambil risiko besar untuk prinsip-prinsip yang lebih besar, dan membayar harga atas pilihan mereka.
Tantangan Produksi Film di Tengah Tekanan
Jarecki mengungkapkan bahwa proses pembuatan film ini juga penuh risiko. Saat syuting di Rusia, kru dokumenternya merasa diawasi dan dimonitor secara ketat. Tekanan ini turut membentuk proses produksi dari dalam. Ia juga menggambarkan hubungan timbal balik antara Assange dan Snowden—dua tokoh yang saling memahami posisi masing-masing—sebagai salah satu unsur terkuat dalam dokumenter ini.
Latar Belakang Lokasi yang Sarat Makna
Jarecki menjelaskan bahwa lokasi diskusi tersebut memiliki makna simbolis. Ia menyebut bahwa kasino di dekat tempat ia berbicara memiliki hubungan dengan perusahaan keamanan swasta yang pernah memata-matai Assange selama ia tinggal di Kedutaan Besar Ekuador di London. Fakta ini menjadi pusat narasi pengawasan dalam dokumenternya.
Kesimpulan: Teknologi dan Perjuangan untuk Kebebasan
Diskusi ini menyoroti bagaimana teknologi, khususnya Bitcoin, dapat menjadi alat perlawanan terhadap sensor dan pengawasan. Melalui film dan narasi yang dibangun, Jarecki dan Dorsey menekankan pentingnya mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan informasi di tengah tekanan institusi dan pemerintah.