Elon Musk mengakui dalam sidang pengadilan federal California pada Kamis (12/9) bahwa startup AI miliknya, xAI, menggunakan model milik OpenAI untuk melatih sistem AI Grok. Pengakuan ini disampaikan Musk saat menjadi saksi dalam kasus hukum yang melibatkan OpenAI.
Proses yang dimaksud dikenal sebagai model distillation, sebuah praktik umum di industri AI. Dalam metode ini, model AI yang lebih besar berfungsi sebagai 'guru' yang mentransfer pengetahuan dan kemampuannya kepada model AI yang lebih kecil sebagai 'murid'. Meskipun sering digunakan secara internal oleh perusahaan untuk meningkatkan model mereka sendiri, praktik ini juga dimanfaatkan oleh startup AI kecil untuk meniru performa model pesaing yang lebih besar.
Musk menjelaskan bahwa xAI menerapkan model distillation untuk mempercepat pengembangan Grok. Ia menekankan bahwa langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi model AI milik xAI dengan memanfaatkan keunggulan model OpenAI yang telah teruji.
Pengakuan Musk ini menjadi sorotan karena menyoroti ketergantungan startup AI terhadap model kompetitor dalam pengembangan teknologi mereka. Selain itu, hal ini juga memunculkan pertanyaan tentang etika dan persaingan sehat dalam industri AI yang tengah berkembang pesat.
Sidang ini merupakan bagian dari gugatan hukum yang diajukan oleh OpenAI terhadap Musk terkait dugaan pelanggaran kontrak dan penggunaan teknologi secara tidak sah. Hasil sidang ini berpotensi memengaruhi arah pengembangan AI di masa depan, terutama dalam hal kolaborasi dan persaingan antar perusahaan teknologi.